Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Masuk RAPBN 2015, Program Kerja Presiden Baru Tunggu APBNP

Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 yang akan diajukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan Sidang Paripurna DPR-RI, pada 15 Agustus mendatang, dipastikan tidak memuat program kerja dari presiden baru hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 13 Agustus 2014  |  16:06 WIB
 Presiden dan Wapres terpilih Jokowi-JK - Bisnis
Presiden dan Wapres terpilih Jokowi-JK - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 yang akan diajukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan Sidang Paripurna DPR-RI, pada 15 Agustus mendatang, dipastikan tidak memuat program kerja dari presiden baru hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.

“RAPBN 2015 hanyalah baseline untuk operasional yang di dalamnya berisi tentang gaji, operasional kantor, pembayaran utang, alokasi dana pendidikan 20 persen, dan anggaran desa,” kata Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan  Firmanzah,  seperti dilansir laman Setkab, Rabu (13/8/2014).

Namun Firmanzah mengingatkan RAPBN 2015 itu disusun melalui proses yang panjang, mulai dari ari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Kementrian/Lembaga (RK L/P).

Lalu Bappenas dan Kementrian/Lembaga bekerja melakukan evaluasi, usulan dan pembahasan inisiatif baru melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), untuk penyelarasan kapasitas fiscal dan penetapan rencana awal pagu indikatif.

Selanjutnya, pemerintah mengajukan Keppres tentang RKP kepada DPR untuk dibahas bersama. Pemerintah juga menyampaikan pokok-pokok pembicaraan pendahuluan RAPBN yang meliputi kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiscal, serta kebijakan umum dan prioritas anggaran K/L.

Kemudian proses antar Pemerintah-DPR RI berjalan untuk melakukan komunikasi, sinkronisasi, dan sampai pengambilan keputusan oleh DPR mengenai RUU APBN tahun berikutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rapbn
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top