Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menkeu: Pemangkasan Subsidi BBM Lebih Baik di RAPBN-P 2015

Menteri Keuangan M. Chatib Basri menilai pemangkasan subsidi BBM lebih tepat dilakukan pemerintah baru melalui RAPBN Perubahan.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 12 Agustus 2014  |  23:39 WIB
Menkeu Chatib Basri - Bisnis.com
Menkeu Chatib Basri - Bisnis.com
Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Keuangan M. Chatib Basri menilai pemangkasan subsidi BBM lebih tepat dilakukan pemerintah baru melalui RAPBN Perubahan.
 
Chatib memastikan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara 2015 pemerintah tak mencantumkan rencana pemotongan subsidi.
 
"APBN 2015 hanya baseline (basis). Pemerintah lama enggak etis membuat kebijakan, kan kita belum tahu pemerintah baru mau melakukan kebijakan apa," katanya, Selasa (12/8/2014).
 
Menurutnya bakal lebih realistis jika langkah krusial itu diambil saat melalui APBN-Perubahan. "Sebetulnya mekanismenya selalu di [APBN] Perubahan. Itu selalu dibuat di perubahan," tegasnya.
 
Sebenarnya, sambung Chatib, bukannya tak mungkin pemerintah mengajukan pemangkasan sebelum RAPBN 2015 diketok dan disahkan menjadi APBN 2015. Namun, dalam waktu yang relatif sempit pemerintah baru harus mengajukan nota keuangan yang baru pula.
 
Namun, dia enggan menjawab apakah pemerintah akan mengarahkan pemerintah baru untuk mengambil langkah pemangkasan sebagai langkah terbaik. "Saya enggak bisa komentar itu," ucapnya.
 
Sebelumnya Menko Perekonomian Chairul Tanjung menuturkan ada 3 opsi pemangkasan subsidi BBM. Pertama, pemangkasan dilakukan oleh pemerintahan SBY, kedua dilakukan oleh pemerintahan yang akan datang, dan terakhir dilakukan oleh kedua pemerintahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chatib basri rapbn
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top