Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mutu Mutiara Perlu Ditingkatkan

Pengembangan budidaya mutiara asal Indonesia (Indonesian South Sea Pearl/ISSP) terus ditingkatkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 22 Mei 2014  |  17:28 WIB
Mutiara hasil pengolahan. Mutu perlu ditingkatkan
Mutiara hasil pengolahan. Mutu perlu ditingkatkan

Bisnis.com, JAKARTA--Pengembangan budidaya mutiara asal Indonesia (Indonesian South Sea Pearl/ISSP) terus ditingkatkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Direktur Pengembangan Produk Nonkonsumsi KKP, Maman Hermawan mengatakan, pemerintah terus berupaya menggaungkan ISSP di luar negeri dengan pelbagai cara, salah satunya menggandeng pengusaha.

"Mutiara kita yang ternyata punya kualitas dan mampu bersaing di pasar internasional," kata Maman kepada Bisnis.com, Kamis (22/5).

Upaya lain yang dilakukan, tambahnya, yakni mengupayakan adanya peningkatan mutu mutiara, karena dari total produksi yang mencapai angka 10 ton per tahun, hanya 5%-10% yang punya kualitas tinggi (grade A). Sisanya di klasifikasi grade B, C dan D.  

Bentuk konkrit peningkatan mutu ini adalah dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) di tahun ini. Selanjutnya, menyesuaikan produk mutiara tersebut dengan standar internasional.   Di sektor produksi, pengelolaan hingga distribusi, pemerintah mencoba mendorong peningkatan proses dengan membantu pelaku budidaya di setiap tahapan.    

Setelah pembibitan mutiara selesai dilakukan dan siap dipanen, pemerintah mengupayakan dengan cara memastikan mutiara tersebut diserap industri sehingga diolah dan punya nilai jual lebih tinggi.   "Di pemasaran dan penjualan kita bantu pelaku usaha mutiara dengan melakukan pameran. Pernah di Hongkong, Jepang dan Singapura," kata Maman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran mutiara mutu
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top