Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasokan Listrik Rumah Sederhana, PLN Selektif Layani Pemasangan Baru

SEMARANG--PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Jateng-DIY mengaku selektif dalam menggarap permintaan pemasangan baru termasuk yang datang dari pengembang rumah sederhana.
Rumah sederhana. PLN Selektif layani pemsangan baru/Bisnis
Rumah sederhana. PLN Selektif layani pemsangan baru/Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG--PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Jateng-DIY mengaku selektif dalam menggarap permintaan pemasangan baru termasuk yang datang dari pengembang rumah sederhana.

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Jateng-DIY Supriyono menuturkan saat ini perseroan sangat selektif dalam mengakomodir permintaan penambahan daya dan pemasangan baru dari pelanggan.

"Memang kita selektif, artinya kita selesaikan dulu usulan pasang baru yang sudah diajukan dari lama. Kalau tidak beban kita makin berat," ujarnya kepada Bisnis, Senin (19/5/2014).

Suproyino mengakui kondisi keuangan PT PLN kurang mumpuni untuk mengakomodir permintaan pemasangan sambungan listrik di perumahan baru. Apalagi, perseroan belum mendapat kucuran anggaran subsidi listrik dari pemerintah.

"Kita akan tetap layani, tetapi selektif dan butuh waktu. Kalau REI bisa bangun trafo, kita bisa cepat fasilitasi. Mungkin ini yang dimaksud REI dengan kerjasama," katanya.

Dia menuturkan sambungan listrik ke perumahan baru membutuhkan daya yang mencukupi, trafo distribusi, serta sambungan rumah dan alat pengukur dan pembatas (APP) atau meteran listrik menjadi tanggung jawab PLN.

"Dayanya cukup, tapi pasang baru itu kan butuh pembuatan trafo, jaringan, dan meteran listrik. Kesulitan kita di trafonya," tutur Suproyono.

Saat ini, imbuhnya, daftar tunggu sambungan baru dengan daya di bawah 200 kVA PLN Jateng-DIY mencapai hampir 2.000 calon pelanggan.

Andi Kurniawan, Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah bidang Rumah Sederhana, mengatakan sulitnya mendapat pasokan listrik dialami oleh beberapa pengembang rumah sederhana di Semarang.
Pengembang rumah FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) juga mengeluhkan opsi kerjasama pembangunan trafo yang ditawarkan PT PLN agar perumahan segera mendapat pasokan listrik.

"Bangun trafo itu relatif mahal, otomatis akan menambah cost pembangunan rumah FLPP padahal kita dibatasi harga jual tertinggi Rp118 juta/unit," ujarnya.

Apabila pengembang FLPP harus membangun trafo secara mandiri, lanjutnya, biaya produksi rumah sederhana akan bertambah Rp3 juta-5 juta/unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Ana Noviani
Editor : Ismail Fahmi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper