Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapat Wamentan Soal Rencana Pupuk Indonesia Akuisisi Peternakan di Australia

Kementerian Pertanian angkat bicara soal rencana PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero) atau PIHC, yang akan mengakuisisi perusahaan peternakan ketiga terbesar di Australia.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 27 April 2014  |  18:30 WIB
struktur perusahaan yang lama tetap harus bertanggung jawab dari Austalia.  - bisnis.com
struktur perusahaan yang lama tetap harus bertanggung jawab dari Austalia. - bisnis.com

Bisnis.com, DENPASAR - Kementerian Pertanian angkat bicara soal rencana PT Pupuk Indonesia Holding Company (Persero) atau PIHC, yang akan mengakuisisi perusahaan peternakan ketiga terbesar di Australia.

Sebelumnya, perseroan plat merah itu dikabarkan akan membeli perusahaan di Australia yang memiliki areal peternakan hingga 2 juta ha dan populasi sapi hingga 400.000 ekor. Namun, PHIC menolak menyebutkan nilai penawaran yang disiapkan untuk akuisisi tersebut.

"Saya menyarankan jangan dibeli habis. Kalau kita tidak punya ekspertis ya sia-sia. Beli sahamnya 51% saja. Kalau semua, ya mereka lepas tanggung jawab," kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heryawan, Sabtu (27/4/2014).

Rusman menjelaskan struktur perusahaan yang lama tetap harus bertanggung jawab dari Austalia, meski pihak Indonesia punya saham mayoritas.

Dia mengatakan bagaimanapun struktur perusahaan yang lama lebih memiliki pengalaman mengelola peternakan dengan model ranch, yang berbeda dengan pola kelola di Indonesia. "Kalau dari sisi kesiapan, mereka yang lebih siap, karena modelnya beda dengan di sini. Di sana lahannya luas, model ranch," ungkap Rusman.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peternakan
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top