Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Smelter Nikel: 8 Perusahaan China Siap Investasi US$2,4 Miliar

Delapan perusahaan asal Tiongkok siap berinvestasi hingga US$2,4 miliar untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 23 April 2014  |  18:28 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA- Delapan perusahaan asal Tiongkok siap berinvestasi hingga US$2,4 miliar untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Rencananya setiap perusahaan akan mengolah sekitar 1,2 juta ton nikel untuk dijadikan produk yang bernilai tambah lainnya, mulai dari FeroNikel hingga stainless steel.

Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan Kabupaten Bantaeng sudah menyiapkan lahan sekitar 3.000 hektar untuk dijadikan area pengembangan smelter di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, delapan perusahaan asal Tiongkok itu bukan membentuk satu konsorsium untuk membangun satu smelter, melainkan berdiri sendiri sehingga dipastikan akan ada delapan smelter yang terbangun di sana.

Setiap perusahaan diperkirakan akan mendapatkan lahan sekitar 300 hektar. Adapun sisinya nanti akan digunakan untuk infrastruktur pelengkap lainnya.

“Lokasinya cukup baik katanya, ini murni dari Kabupaten yang menyiapkan lahan dan investor China banyak yang berminat. Mau bikin kawasan smelter nikel di sana,” kata Harjanto di kantor Kemenperin, Rabu (23/4/2014).

Staf Ahli Bupati Bantaeng Vince Gowan mengatakan investor China tersebut dipastikan akan menggandeng partner lokal untuk bekerja sama. Setiap perusahaan diperkirakan akan menggelontorkan investasi sekitar US$300 juta untuk membangun satu smelter.

Mengenai bahan bakunya, kata Vince, akan diperoleh melalui puluhan pemilik izin usaha pertambangan (IUP) yang sudah memberikan komitmennya.

“Ini investasi independen masing-masing perusahaan China. Pemasok bahan baku sudah siap, nanti di akan dibangun juga infrastruktur, pelabuhan, dan sebagainya,” kata Vince.

Saat ini, jaminan pasokan listrik juga sudah diperoleh melalui PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Rencananya, dalam waktu dekat akan ada penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Kawasan Banteng Industrial Park dengan PLN.

“Sudah ada pembangkit listrik lewat PLN dengan kapasitas 120 megawatt-150 megawatt,” kata Vince yang juga Ketua Dewan Bantaeng Industrial Park.

Dari delapan perusahaan yang sudah berkomitmen, setidaknya ada 3-4 perusahaan yang siap merealisasikan investasinya tahun ini.

Perusahaan tersebut a.l PT Titan Meneral Utama, PT Huadi Steel Group, dan Macrolink Co. Ltd.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smelter nikel
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top