Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Tunggal Asean Tantangan Bagi UKM

Dampak pasar tunggal Asia Tenggara yang diberlakukan pada 2015 merupakan tantangan bagi gerakan perkoperasian nasional, namun dampak negatifnya akan lebih besar karena Indonesia akan kehilangan pasar produk ekspor.
Mulia Ginting Munthe
Mulia Ginting Munthe - Bisnis.com 21 April 2014  |  21:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Dampak pasar tunggal Asia Tenggara yang diberlakukan pada 2015 merupakan tantangan bagi gerakan perkoperasian nasional, namun dampak negatifnya akan lebih besar karena Indonesia akan kehilangan pasar produk ekspor.

 Agung Sudjatmoko, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Kelembagaan Dewan Koperasi Indonesia, menjelaskan hal itu, hilangnya pasar ekspor itu disebabkan hilangnya pasar produk ekspor karena kalah bersaing karena harga dan kualitas produk dibanding negara Asia Tenggara lainnya.

 ”Oleh karena itu, kualitas sumber daya manusia koperasi harus segera ditingkatkan secara merata di seluruh daerah. Selain itu pembangunan sarana infrastuktur juga harus menjadi prioritas utama,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (21/4/2014).

 Termasuk pembangunan sentra-sentra industri dan pelabuhan-pelabuhan.Sedangkan kegiatan ekonomi yang memiliki keunggulan komparatif berdasarkan kekayaan sumber daya alamharus dikembangkan seoptimal mungkin.

 Tanpa melaksanakan kelemahan itu, banjirnya produk impor di pasar dalam negeri akan mematikan usaha di Indonesia. Kemungkinan, kata Agung,  ada spekulasi di sektor keuangan yang bisa menghancurkan stabilitas ekonomi negara.

 Ancaman pada pasar bebas Asia Tenggara juga disebabkan masuknya SDM dari negara lain yang lebih berkualitas dan profesional. Ancaman terbesar adalah akan menggusur tenaga kerja dalam negeri. Dampak ini akan semakin berbahaya jika tidak ada peningkatan kualitas SDM perkoperasian.

 ”Pengembangan dan peningkatan kapasitas SDM tersebut, merupakan bagan dari new development paradigm yang harus dilaksanakan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan koperasi Indonesia,” ungkap Agung Sudjatmoko.

 Kendati menjadi tantangan bagi Indonesia, namun Agung mengakui ada dampakpositif dari pasar bebas Asia Tenggara tersebut. Di antaranya, karena akan terbuka pasar untuk produk-produk ekspor di Asia Tenggara.

 Pada konteks ini Agung mempertanyakan kesiapan daya saing produk Indonesia,atau yang dihasilkan koperasi Indonesia. Untuk solusinya bisa melalui kemudahan mengakses modal atau investasi antar negara Asean.

 ”Apakah gerakan koperasi Indonesia siap dengan berbagai perangkatnya? Termasuk perangkat hukum dan infrstruktur untuk berinvestasi di Indonesia. Memang akan ada kemudahan memperoleh barang atau jasa yang diproduksi diluar negara kita.”

 Pasar bebas Asia Tenggaras juga akan meningkatkan kegiatan pariwisata maupun mobilitas orang dan uang yang tinggi serta perubahan sistem kehidupan masyarakat. Kondisi itu, katanya, harus disikapi dengan sikap positif.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mea 2015
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top