Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Sawit Riau Ingin Kelola Pabrik Pengolahan Sendiri

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau berencana membangun pabrik pengolahan kelapa sawit yang langsung dikelola oleh petani.
Puput Jumantirawan
Puput Jumantirawan - Bisnis.com 20 April 2014  |  13:04 WIB
Tandan buah segar - Bisnis.com
Tandan buah segar - Bisnis.com

Bisnis.com, PEKANBARU—Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau berencana membangun pabrik pengolahan kelapa sawit yang langsung dikelola oleh petani.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Apkasindo Provinsi Riau Gulat Manurung mengatakan anggota Apkasindo di Riau lebih dari 1 juta petani. Jumlah sebanyak itu sangat berpotensi untuk mendirikan pabrik sendiri supaya petani bisa lebih mandiri.

"Anggota kami banyak, ada yang punya lahan 20 hektare, 10 hektare dan sebagainya berkumpul saja 1.000 petani sudah bisa mendirikan pabrik sendiri. Kami sedang pikirkan bagaimana petani bisa punya pabrik sendiri," kata Gulat (20/4/2014).

Menurutnya, di beberapa daerah petani sawit sudah ada yang mendirikan pabrik sendiri. Selain untuk meningkatkat kemandirian petani pendirian pabrik membuat petani memiliki akses langsung ke pasar CPO dan cangkangnya dapat dijual kembali.

Sebelumnya Apkasindo mengkritik kebijakan menentukan harga tandan buah segar (TBS) yang dilakukan selama ini tanpa memperhatikan harga produk turunannya seperti cangkang dan tandan kosong.

Mereka menilai petani dirugikan dengan cara penentuan harga tersebut. Dengan mendirikan pabrik sendiri petani dapat memperoleh keuntungan ganda dengan penjualan produk turunan TBS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apkasindo petani sawit
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top