Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sriwijaya Air Stop Layani Rute Penerbangan ke Pekanbaru

Maskapai Sriwijaya Air menyatakan telah menghentikan operasional di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dengan dalih sedang memfokuskan diri untuk menjangkau wilayah Timur Indonesia.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Maret 2014  |  14:30 WIB
 Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, PEKANBARU - Maskapai Sriwijaya Air menyatakan telah menghentikan operasional di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dengan dalih sedang memfokuskan diri untuk menjangkau wilayah Timur Indonesia.

"Untuk Pekanbaru tidak operasional karena kami banyak sekali rute penerbangan di wilayah Timur. Kita melakukan restrukturisasi rute, jadi di Pekanbaru kami stop untuk sementara," ujar mantan Distric Manager Sriwijaya Pekanbaru Yulisa, seperti dikutip Antara, Selasa (25/3/2014).

Pada 5 Maret 2014, Siriwijaya secara resmi menghentikan tiga rute penerbangan yang biasa dilayani setiap hari yakni Jakarta—Pekanbaru pergi pulang (pp), kemudian Medan-Pekanbaru pp dan Batam-Pekanbaru pp yang masing-masing mengunakan pesawat jenis Boeing 737-300/400 berkapasitas tempat duduk 100 lebih penumpang.

"Untuk rute yang lain kita tetap operasi seperti biasa dan untuk Pekanbaru melihat nanti dulu. Hanya Pekanbaru saja [stop operasi]," katanya.

Yulisa memastikan penghentian layanan terbang ini tidak berlaku bagi rute-rute penerbangan lain di wilayah Indonesia maupun luar negeri yang ditutup oleh maskapai penerbangan tersebut.

Selama ini, beredar isu selain Kota Pekanbaru, maskapai Sriwijaya juga menghentikan operasional di Kota Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam, lalu Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat dan negeri jiran Singapura karena tidak menguntungkan.

Dia menganggap persaingan usaha yang dilakukan dengan sesama kompetitor baik rute maupun dalam industri penerbangan merupakan hal yang biasa dan tidak bisa dihindari, hanya saja semua bisnis mencari keuntungan dengan modal sekecil-kecilnya.

"Jadi kalau kami lihat kurang menguntungkan, maka kami cari tempat lain," ucapnya.

Mengenai kewajiban maskapai itu terhadap para karyawan, kemudian pihak bandara dan pihak ketiga seperti perusahaan ground handling, menurut Yulisa sudah tidak ada persoalan.

"Semuanya sudah clear, ngak perlu saya buka lagi," jelasnya.

Pekan lalu, terlihat konter tiket yang berukuran 3x3 meter yang berada lantai dasar di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dipasangi segel dan lakban dengan tertempel diberi tulisan avaliable PT Angkasa Pura II.

Sementara, itu Kantor Sriwijaya Air Perwakilan Pekanbaru yang berada di komplek ruko Sudirman Square, Blok C2, Jalan Jenderal Sudirman, terlihat tulisan dijual dengan memasang tanda sebuah perusahaan properti den dilengkapi nomor telepon seluler.

"Kantor Sriwijaya telah ditutup, namun belum satu bulan. Tapi biasanya seorang ibu sering datang kemari dengan menaiki mobil. Tapi kok, hari ini tidak kelihatan," ujar petugas keamanan di ruko tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sriwijaya air pekanbaru

Sumber : Newswire

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top