Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Kakao Rentan Dipermainkan

Pengamat perkebunan meminta pemerintah merombak sistem pasokan niaga yang saat ini berjalan di sektor perkebunan kakao karena disinyalir dikuasai para tengkulak atau kartel kakao.
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 27 Februari 2014  |  19:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat perkebunan meminta pemerintah merombak sistem pasokan niaga yang saat ini berjalan di sektor perkebunan kakao karena disinyalir dikuasai para tengkulak atau kartel kakao.

Senior Advisor Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) E. Gumbira Sa’id, kepada Bisnis.com mengatakan akibat sistem tata niaga yang ada, petani sangat mudah dipermainkan karena daya tawar mereka masih lemah.

"Nilai tawar petani kakao saat ini masih sangat lemah, akibatnya mereka tidak merasakan manfaat dari program-program yang dicanangkan pemerintah," katanya, Kamis (27/2/2014).

Misalnya, kebijakan penghiliran kakao. Langkah pemerintah yang meminta petani kakao memfermentasi biji kakaonya, ternyata tidak mendapat apresiasi dari pembeli atau tengkulak.

Mereka (petani), jelas Gumbira tidak mendapatkan harga biji fermentasi dengan semestinya. Kondisi ini akhirnya membuat petani enggan memfermentasi biji kakaonya.

Petani, lanjutnya, tidak bisa melawan diskriminasi mereka tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kakao petani kakao
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top