Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

3 Kawasan Ekonomi Khusus Baru Disiapkan, Investasi Awal Rp21,3 Triliun

Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengusulkan tiga calon KEK baru kepada Presiden sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di Tanah Air.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 18 Februari 2014  |  20:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengusulkan tiga calon KEK baru kepada Presiden sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

Tiga daerah yang diusulkan tersebut yakni, pertama, kawasan Tanjung Api-Api, Sumatra Selatan. Luas usulan KEK sekitar 2.030 ha dengan nilai investasi awal Rp12,3 triliun. Sektor usaha yang dikembangkan a.l. seperti hilirisasi karet, kelapa sawit dan petrokimia.

Kedua, kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Luas usulan KEK sekitar 1.250 ha dengan nilai investasi awal Rp2,2 triliun. Sektor usaha yang dikembangkan a.l seperti sektor pariwisata, dan industri agro.

Ketiga, kawasan Morotai, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Luas usulan KEK mencapai 15.000 ha dengan nilai investasi awal Rp6,8 triliun. Rencananya, sektor usaha yang dikembangkan seperti infrastruktur, pertanian, pendidikan dan konstruksi.

Dengan demikian, total investasi awal untuk ketiga KEK itu mencapai Rp21,3 triliun.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK mengatakan tiga dari empat daerah telah siap diusulkan menjadi KEK baru. Menurutnya, ketiga daerah tersebut telah memenuhi persyaratan pemerintah untuk menjadi KEK.

“Untuk diusulkan saja ada lebih dari 14 persyaratan. Misalnya, tanah clear and clean, calon investor, infrastruktur, tata ruang, dan lain sebagainya. Setelah itu, diusulkan kepada presiden karena itu ditetapkan dalam peraturan pemerintah,” ujarnya, Selasa (18/2/2014).

Sejalan dengan itu, Hatta menuturkan Kementerian Keuangan juga tengah merampungkan fasilitas insentif kepabenan dan bea cukai. Misalnya, fasilitas pengurangan pajak penghasilan (PPh) badan, pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dan bea cukai.

Dia berharap pemberian fasilitas itu mendorong minat investor untuk berinvestasi. Bahkan, dia mengklaim fasilitas yang diberikan pemerintah cukup kompetitif dibandingkan dengan KEK di negara lainnya, misalnya Malasyia.

“Nanti juga ada fasilitas lainnya seperti investment allowance, pajak deviden,  kompensasi kerugian lebih lama, tax holiday Nah ini semua bisa dimungkinkan. Perusahaan yang sudah punya tax holiday sebelum KEK, juga tetap boleh dilanjutkan,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kawasan ekonomi khusus
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top