Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nilai Ekspor Sepatu 2013 Naik 10%

Kalangan industri sepatu atau alas kaki di Indonesia tahun ini mampu mengekspor sepatu dengan nilai US$ 3,9 miliar atau naik 10%.

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan industri sepatu atau alas kaki di Indonesia tahun ini mampu mengekspor sepatu dengan nilai US$ 3,9 miliar atau naik 10% dibanding periode sama pada 2012 sebesar US$ 3,6 miliar.

Eddy Widjanarko, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), mengatakan kenaikan nilai ekpor terhitung dari Januari 2013 sampai akhir tahun ini.

“Yang kami harapkan sebenarnya ada kenaikan [nilai ekpor] mencapai 30%. Namun belakang ini banyak unjuk rasa buruh yang menuntut kenaikan upah minimum regional (UMR), sehingga tak sesuai dengan perkiraan,” kata Eddy kepada Bisnis Minggu (15/12/2013).

Adanya tuntutan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) atau UMR, kata dia, juga menjadi salah satu sebab terhambatnya perkembangan investasi industri alas kaki di Indonesia. Para pelaku usaha alas kaki dari luar, kata dia, memilih menunda ekspansi pabrik di Indonesia.

“[investor asing yang mau] eskpansi [ke sini] ditunda. Bahkan sebagian pengusaha mau relokasi pabriknya, kembali ke negaranya. Aksi unjuk rasa buruh di dalam negeri ini dampaknya sangat besar,” terang dia.

Dia mengatakan pengusaha sepatu Indonesia akan terus melebarkan sayap pasar ke beberapa negara potensial seperti Timur Tengah. Menurut Eddy, ekspansi ke Timur Tengah bukan pertimbangan pasar semata melainkan kekhawatiran investor atas ketidakpastian angka UMR tiap tahun. 
”Kenaikan gaji yang signifikan pengaruhnya [bagi industri sepatu] akan lansung kelihatan. Karena itu berpengaruh pada penjualan,” tuturnya.

Nilai Eskpor Sepatu Indonesia 2012-2014

Tahun

Nilai

2012

US$3,6 miliar

2013

US$3,9 miliar

2014

US$4,0 miliar*

Sumber: Aprisindo


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Khamdi
Editor : Sutarno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper