Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AMAN Blokir Pintu Masuk Perkebunan Sawit Milik PT Gemareksa

Lebih dari 1.000 orang yang mengatasnamakan masyarakat adat Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah memblokir pintu masuk perusahaan sawit yang ada di wilayah tersebut.
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 19 November 2013  |  19:42 WIB
AMAN Blokir Pintu Masuk Perkebunan Sawit Milik PT Gemareksa
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Lebih dari 1.000 orang yang mengatasnamakan masyarakat adat Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah memblokir pintu masuk perusahaan sawit yang ada di wilayah tersebut.

Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lamandau Yosep Maran menyebut PT Gemareksa Mekarsari telah menyerobot wilayah masyarakat adat seluas 856 ha dari luas izin koordnat hak guna usaha (HGU) yang diberikan pada perusahaan sawit etrsebut.

“AMAN meminta lahan yang telah digarap tersebut dikembalikan pada komunitas pewarisnya,” katanya, Selasa (19/11/2013).

Aksi blokir jalan tersebut juga menuntut perusahaan sawit tersebut memenuhi kewajiban membangun kebun sawit rakyat. Tuntutan tersebut didasarkan pada Perda Provinsi Kalimantan Tengah No.5/2011 yang menyebutkan perusahaan yang memiliki IUP wajib membangun kebun untuk masyarakat 20% dari total luas areal yang diusahakan.

“Kami akan menutup pintu perusahaan hingga tuntutan kami dipenuhi,” jelasnya.

Selain itu, AMAN juga menuntut agar bupati mencabut izin perusahaan perkebunan tersebut yang berada di Desa Bunut dengan luas sekitar 3.000 ha karena disinyalir tidak ada kelengkapan dokumen perijinannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Konflik Lahan perkebunan sawit
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top