Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kadin Desak Pengalihan Angkutan Logistik dari Darat ke Laut

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan program short sea shipping (SSS) sebagai bagian dari Sistem Logistik Nasional.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 17 November 2013  |  12:42 WIB
Bongkar Muat Petikemas - Antara
Bongkar Muat Petikemas - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan program short sea shipping (SSS) sebagai bagian dari Sistem Logistik Nasional.

Akbar Djohan, Ketua Komite Tetap Bidang Logistik Kadin, mengemukakan truk angkutan kontainer yang masih melalui jalur darat dinilai sudah saatnya dialihkan melalui program SSS secara bertahap mengingat infrastruktur jalan tidak lagi mendukung efesiensi pengiriman.

"Pengalihan ke angkutan laut [SSS] juga sebenarnya sudah siap untuk segera dilakukan, sarana dan prasaranan sudah cukup mendukung. Secara bertahap saja dulu, tidak harus langsung secara keseluruhan, yang penting ada progres," ucapnya, Jum'at (15/11/2013).

Menurutnya, program SSS yang menjadi salah satu prioritas Sislognas juga mesti dilakukan dengan aspek prioritas dalam realisasinya, di mana ukuran kontainer maupun rute pengiriman.

Dia menjelaskan, prioritas pelaksanaan shifting darat ke laut khusus Jalur Pantura Jawa menjadi fokus kemudian dilanjutkan dengan wilayah lainnya.

"Memang buruh keseriusan dari pemerintah, apalagi di Jawa hampir 80% pengiriman itu menggunakan truk, sementara infrastruktur jalan kita bagaimana. Shifting ke laut harus segera dilakukan, di Pantura dulu kemudian ke wilayah Indonesia Timur," tutur Djohan.

Dia menambahkan, pengalihan angkutan barang dari darat ke laut juga akan lebih meningkatkan muatan kapal dalam negeri serta mengurangi beban infrastruktur jalan.

Berdasarkan data BPS periode Januari-September 2013, pertumbuhan volume barang dalam negeri yang diangkut melalui kapal hanya meningkat 0,88% menjadi 161,2 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama 2012 yang mencapai 159,8 juta ton.

Di sisi lain, Djohan juga meminta pemerintah untuk melengkapi prasarana kereta api selain pembangunan double track agar lebih mendukung peningkatan kapasitas angkutan barang melalui moda berbasis rel tersebut.

Penguatan sarana dan prasarana kereta api maupun laut bakal lebih mendorong efesiensi logistik Tanah Air, dan tetap terintegrasi dengan angkutan truk.

Sebelumnya, Kepala Pusat Pengkajian Logistik dan
Rantai Pasok Institut Teknologi Bandung Senator Nur Bahagia menegaskan pengalihan angkutan barang paki truk ke laut mampu menjadi solusi pemerintah mengatasi multiplier effect yang selalu terjadi ketika harga bahan bakar minyak dinaikkan.

Penggunaan angkutan laut, tuturnya, bisa memberikan dua keuntungan yaitu tidak terpengaruh dengan biaya solar karena kapal menggunakan bahan bakar minyak jenis solar non subsidi.

Selain itu, jika menggunakan jalur laut maka dapat menghemat biaya operasional selama perjalanan dan mengurangi biaya perawatan jalur pantura yang mencapai triliunan setiap tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkutan logistik
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top