Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Genjot Hasil Laut, Kementerian Kelautan Gandeng Inkud

Kementerian Kelautan dan Perikanan menjalin kerja sama dengan Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) sebagai upaya pemberdayaan potensi hasil kelautan dan mengembangkan perikanan agar mampu memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional.

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Kelautan dan Perikanan menjalin kerja sama dengan Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) sebagai upaya pemberdayaan potensi hasil kelautan dan mengembangkan perikanan agar mampu memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional.

Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad mengungkapkan pihaknya mendorong Inkud yang memiliki 70.000 koperasi primer di tingkat desa untuk menjadi badan penyanggah di tingkat desa, terutama sentra produksi garam guna menjaga stabilitas harga garam petani.

“Koperasi merupakan guru perekonomian nasional. Inkud punya anggota lebih dari 70.000 koperasi primer, setiap desa ada satu KUD itu sangat luar biasa,” ujarnya, Kamis (14/11/2013).

Kerja sama dengan Inkud dianggap strategis karena pemerintah mengembangkan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti pemberdayaan petani garam.

Menurutnya, saat ini petani garam sudah bersemangat memproduksi, tetapi kadang-kadang semangat itu menjadi ciut kembali hanya karena harga yang jatuh dari tata niaga dan tidak ada lembaga penyanggah di sekitar wilayah petani tersebut

Kerja sama antara kementerian dan Inkud ini nantinya meliputi penguatan sistem permodalan koperasi, pembentukan dan pengembangan koperasi perikanan, serta pemasaran hasil kelautan dan perikanan.

Selama ini, kementerian telah membina lebih kurang 23.000 kelompok nelayan dan petani tambak yang tersebar di berbagai daerah untuk pemberdayaan potensi hasil laut dan perikanan budidaya.

Menurutnya, setiap kelompok tersebut mendapatkan bantuan modal bergulir yang nilainya bervariasi antara Rp25 juta-Rp100 juta, tetapi semuanya belum memiliki badan hukum yang akan sulit bagi mereka untuk mencari pinjaman modal melalui perbankan.

“Kami berharap Inkud bisa merangkul seluruh kelompok nelayan dan petani tambak tersebut untuk bergabung menjadi anggota koperasi sehingga usaha mereka menjadi lebih meningkat. Peluang usaha koperasi di sektor perikanan tangkap dan budidaya masih terbuka lebar, seiring besarnya potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Indonesia,” jelasnya.

Dia menjelaskan produksi perikanan tangkap (laut) mencapai sekitar 5 juta ton per tahun, sedangkan perikanan budidaya lebih kurang 13 juta ton per tahun.  (ra)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Herdiyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper