Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BLSM baru Terserap 96,99%, Tersisa Dana Rp400 Miliar

Pemerintah telah merealisasikan penyerapan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) tahap kedua kepada 14,76 juta rumah tangga, atau 96,99% dari total penerima sebesar 15,22 juta rumah tangga.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 10 November 2013  |  22:43 WIB
BLSM baru Terserap 96,99%, Tersisa Dana Rp400 Miliar
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah telah merealisasikan penyerapan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) tahap kedua kepada 14,76 juta rumah tangga, atau 96,99% dari total penerima sebesar 15,22 juta rumah tangga.
 
“Hingga saat ini, penyerapan BLSM sudah mencapai 96,99%, terutama untuk mereka yang baru mendapatkan kartu pengganti,” ujar Vivi Yulaswati Direktorak Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) saat dihubungi Bisnis, Jumat (10/11/2013).
 
Dari capaian realisasi penerima BLSM tersebut, pemerintah telah menyalurkan BLSM tahap kedua senilai Rp4,42 triliun hingga saat ini, atau 95,67%  dari total alokasi dana BLSM tahap kedua sebesar Rp4,62 triliun atau tersisa dana Rp400 miliar.
 
Dia menambahkan penyaluran BLSM tersebut tengah diberikan kepada para pemegang kartu perlindungan sosial (KPS) baru. Menurutnya, para penerima BLSM baru masih dapat mengambil BLSM di kantor pos hingga Desember mendatang.
 
Seperti diketahui, penerima BLSM tahap kedua memiliki selisih 310.864 RTS dibandingkan dengan penerima BLSM tahap pertama sebanyak 15,53 juta RTS. Selisih tersebut dikarenakan RTS tersebut ternyata tidak masuk dalam kategori penerima BLSM.
 
Menteri Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono sebelumnya mengatakan setidaknya ada potensi pengembalian BLSM tahap kedua sebanyak 313.000 kartu. Oleh karena itu, dia menuturkan seluruh data yang salah sasaran tersebut harus segera diselesaikan melalui musyawarah desa.
 
“Penting adanya integrasi antara data lama dengan data yang diperoleh dari hasil musyawarah desa setempat. Selain itu, dengan melibatkan masyarakat desa secara langsung, maka KPS dapat lebih tepat sasaran,” katanya.
 
Berdasarkan data PT Pos Indonesia, tiga provinsi yang telah mendapatkan alokasi BLSM tahap kedua terbesar a.l Jawa Timur sebesar 2,73 juta RTS, Jawa Barat 2,57 juta RTS dan Jawa Tengah 2,43 juta RTS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blsm
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top