Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Devisa Pariwisata, Bali Terima US$28 Juta dari Visa on Arrival

Penerimaan visa kunjungan (Visa on Arrival/VoA) dari wisatawan mancanegara yang ke Bali hingga Juni 2013 mencapai US$28 juta atau rata-rata US$4,7 juta per bulan.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 07 November 2013  |  15:52 WIB

Bisnis.com, DENPASAR - Penerimaan visa kunjungan (Visa on Arrival/VoA) dari wisatawan mancanegara yang ke Bali hingga Juni 2013 mencapai US$28 juta atau rata-rata US$4,7 juta per bulan.

Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia Wilayah III Suarpika Bimantoro mengatakan selama triwulan II-2013 penerimaan visa kunjungan mencapai US$14,97 juta, lebih banyak dari periode sama sebelumnya hanya US$13,0 juta.

Dalam laporan kajian ekonomi regional Bali Triwulan II-2013 disebutkan bahwa penerimaan visa kunjungan dari orang asing yang berpelesiran ke Pulau Dewata itu cukup bagus jika dibandingkan kondisi ekonomi internasional yang ada.

Penerimaan dari sektor pariwisata sebesar US$14,9 juta itu pada periode triwulan II-2013 dibayarkan oleh sekitar 765.958 orang yang wajib membayar VoA saat menginjakkan kakinya di Bali. Tidak semua wisatawan mancanegara yang datang ke daerah ini membayar VOA.

Pada triwulan I-2013 penerimaan hanya US$13 juta yang diterima dari 720.114 orang. Ini artinya penerimaan VOA maupun jumlah pelancong yang datang ke Bali bertambah banyak, sejalan dengan pertumbuhan pariwisata dunia.

Besarnya penerimaan dari turis asing yang melakukan perjalanan wisata ke Bali, tentu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang selama ini masih mengandalkan dari sektor pariwisata, industri kecil dan pertanian.

Banyak pemasukan dari sektor pariwisata, karena turis luar negeri yang berlibur ke Pulau Dewata umumnya lebih dari seminggu, sehingga pembayaran VoA-nya juga lebih besar yakni 25 dolar bagi yang tinggal di atas 7 hari dan US$10 dolar kalau kurang dari 7 hari,.

Penerimaan tersebut cukup tinggi karena turis asing yang ke Bali hampir semua membayar VOA rata-rata US$25 sekali kunjungan. Ini artinya masyarakat internasional yang berlibur ke Pulau Dewata umumnya di atas seminggu.

Jumlah kunjungan turis asing ke Bali bertambah banyak sesuai pertumbuhan dunia pariwisata dunia. Pulau Dewata masih menjadi pavorit dari masyarakat Australia karena terbukti turis negeri Kanguru itu masih terbanyak yang berlibur ke daerah seribu pura ini.

Sesuai laporan Dinas Pariwisata Provinsi Bali, kedatangan turis asing dari negerinya yang terbang langsung ke daerah ini selama Januari-September 2013 tercatat 2,4 juta orang, sebanyak 601.483 orang di antaranya wisatawan asal Australia.

Australia merupakan pemasok turis terbanyak, yakni mencapai 25% dari seluruh wisatawan mancanegara yang berlibur ke Bali, menyusul dari China sebanyak 302.324 orang dan di peringkat ketiga adalah pelancong asal Jepang sebanyak 165.402 orang.



Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenparekraf pariwisata bali ekonomi bali Devisa pariwisata

Sumber : Antara

Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top