Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Dampak AS, Pemerintah Akan Kembali Terbitkan Samurai Bonds

Pemerintah berencana kembali menerbitkan surat utang negara berdenominasi yen, atau samurai bonds untuk mengantisipasi kekeringan likuiditas dolar Amerika Serikat akibat pengurangan stimulus moneter AS.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 28 Oktober 2013  |  19:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah berencana kembali menerbitkan surat utang negara berdenominasi yen, atau samurai bonds untuk mengantisipasi kekeringan likuiditas dolar Amerika Serikat akibat pengurangan stimulus moneter AS.

Kuasa Khusus Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan penerbitan samurai bonds dipertimbangkan mengingat investor di Negeri Matahari terbit itu relatif terisolasi dari dampak pengurangan stimulus dalam bentuk pelonggaran kuantitatif itu.

“Tahun ini kita pede, tapi sepertinya perlu diversifikasi untuk mengantisipasi 2014 yang uncertain apabila QE (quantitative easing) tapering terjadi. Karena likudiitas, khususnya US dollar akan kembali ke Amerika,” ujarnya, Senin (28/10/2013).

Robert meyakini samurai bonds akan kompetitif di pasar keuangan Jepang seiring pelemahan yen.

Investor pun akan menaruh minat tinggi mengingat bunga deposito di negara itu masih di kisaran 0,7%-0,8% atau relatif lebih rendah dibanding imbal hasil (yield) samurai bonds yang pada 2012 sekitar 1,13%.

Namun, pemerintah belum menetapkan porsi samurai bonds dari rencana penerbitan surat berharga negara (SBN) neto Rp205,1 triliun yang terdiri atas SBN domestik 80% dan SBN valuta asing (valas) 20%.

Namun, terakhir kali menerbitkan samurai bonds pada 2012, pemerintah memperoleh dana US$600 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sun quantitative easing samurai bonds
Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top