Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pabrik Petrokimia, Nippon Shokubai Genjot Produk Acrylic Acid

Menteri Perindustrian MS Hidayat meresmikan pembangunan perluasan pabrik petrokimia milik PT Nippon Shokubai Indonesia (PT NSI) dengan investasi US$332 juta.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 23 Oktober 2013  |  10:53 WIB
Pabrik Petrokimia, Nippon Shokubai Genjot Produk Acrylic Acid
Bagikan

Bisnis.com, CILEGON - Menteri Perindustrian MS Hidayat meresmikan pembangunan perluasan pabrik petrokimia milik PT Nippon Shokubai Indonesia (PT NSI) dengan investasi US$332 juta.
 
Hidayat mengatakan investasi akan digunakan untuk perluasan pabrik yang menghasilkan produksi acrylic acid sebesar 80.000 ton per tahun, sehingga total kapasitas menjadi 140.000 ton.

Selain produk acrylic acid, investasi juga akan digunakan untuk pembangunan plant superabsorbent polymer, yang merupakan turunan acrylic acid dengan kapasitas 90.000 ton per tahun. Produk baru ini merupakan salah satu bahan baku dalam produksi diapers (popok sekali pakai).

"Saat ini sudah diproduksi di empat wilayah, yaitu Jepang, Amerika, Eropa, dan China. PT NSI merupakan salah satu produsen terbesar di Asia Tenggara untuk produk acrylic acid dan turunannya, " kata Hidayat dalam acara Peresmian Perluasan pabrik PT NSI, di Cilegon, Rabu (23/10).

Selain itu, proyek perluasan pabrik ini bertujuan untuk mengoptimalkan perolehan nilai tambah melalui pemanfaatan bahan baku ethylene dari PT Chandra Asri Petrochemical dan soda kaustik dari PT Asahimas Chemical.

Dengan selesainya proyek perluasan ini, tenaga kerja yang akan diserap mencapai 170 pekerja. Adapun saat ini jumlah pekerja PT NSI mencapai 390 pekerja.

"Saya berharap ini bisa terus memperkuat jaringan rantai pasok dari hulu hingga ke hilir. Kondisi ini secara nyata akan memperkuat industri petrokimia dan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional, melalui perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja,"katanya.

Presiden Direktur PT NSI Masakazu Tanaka mengatakan ekspansi unit produksi arcylic acid dan superabsorbent polymer ini baru pertama kali dilakukan oleh PT NSI  dalam waktu yang bersamaan. Menurutnya, popok sekali pakai merupakan bisnis utama PT NSI dan akan terus ditingkatkan.

"Di Indonesia, permintaaan terus meningkat. Oleh sebab itu, kami terus meningkatkan kapasitas," katanya.

Perusahaan, sambungnya, cukup mengetahui bahwa pemerintah Indonesia memiliki peraturan dan kebijakan tersendiri untuk memperkuat mata rantai bisnis petrokimia dari hulu ke hilir.

"Kami sangat menghargai dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petrokimia ms hidayat pabrik petrokimia
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top