Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Barang Pencemar Lingkungan Bakal Kena Tarif Cukai

Tahun depan pemerintah berencana mengutip tarif cukai dari barang-barang yang mencemari lingkungan.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 23 Oktober 2013  |  17:00 WIB
Barang Pencemar Lingkungan Bakal Kena Tarif Cukai
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah berencana mengutip tarif cukai dari barang-barang yang mencemari lingkungan mulai tahun depan.

Wakil Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan tarif cukai ini merupakan disinsentif terhadap barang-barang yang ikut mempercepat perubahan iklim.

Otoritas fiskal tengah mempertimbangkan barang yang mencemari udara untuk dikenai cukai terlebih dahulu ketimbang pencemar tanah.

Pasalnya, sudah ada perangkat untuk mengukur pencemaran udara, misalnya melalui uji emisi kendaraan bermotor.

Sayangnya, uji emisi itu belum diterapkan wajib (mandatory), tetapi masih sukarela (voluntary). Bambang mengusulkan agar program tersebut diwajibkan.

“Kami sedang coba memformulasi. Kami belum bisa janji tahun ini, tapi mudah-mudahan tahun depan, satu bisa terealisir, yaitu cukai yang berkaitan dengan pengurangan polusi atau emisi gas rumah kaca,” katanya di sela Seminar Pembiayaan Perubahan Iklim, Rabu (23/10/2013).

Mengenai besar cukai, Bambang yang merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal itu menuturkan belum berhitung mengingat masih ada tahap lain yang harus dikaji lebih dulu, misalnya pengaruh kebijakan itu terhadap industri atau aktivitas ekonomi di Tanah Air.

Cukai nantinya dikenai ketika suatu barang melampaui ambang batas minimum emisi gas rumah kaca.

“Batas emisinya nanti ahli lingkungan hidup yang lebih tahu,” ujarnya.  (ra)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cukai pencemaran lingkungan perubahan iklim
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top