Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEM Minta Nasionalisasi Blok Siak dan Mahakam

Bisnis.com, PEKANBARU — Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia menuntut dilakukannya nasionalisasi asset blok Siak yang berada di Riau dan blok Mahakam yang terletak di Kalimantan.
Aang Ananda Suherman
Aang Ananda Suherman - Bisnis.com 09 Oktober 2013  |  19:05 WIB
BEM Minta Nasionalisasi Blok Siak dan Mahakam
Bagikan

Bisnis.com, PEKANBARU — Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia menuntut dilakukannya nasionalisasi asset blok Siak yang berada di Riau dan blok Mahakam yang terletak di Kalimantan.

Yopi Pranoto Koordinator Aksi mengatakan selama ini kedua blok tersebut selalu dikuasai asing.  Padahal, katanya, pasal 33 UUD 1945 menyebutkan cabang vital yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasi oleh negara dan dipergunakan sebesaribesarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Amanah tersebut telah diabaikan oleh pemerintah dengan menerbitkan UU No 22 tahun 2001 yang memebrikan celah bagi asing menguasai asset Negara kita,” terangnya saat berorasi di depan kantor SKK Migas Riau, Rabu (9/10/2013).

Dari catatan Bisnis, pemprov Riau sedang melakukan upaya agar pengelolaan blok Siak dikembalikan kepada daerah, karena akhir November 2013 kontrak PT Chevron Pacific Indonesia akan berakhir.

Badan pelaksana yang akan mengelola blok Siak nantinya, pemprov sudah membentuk badan usaha milik daerah (BUMD), yakni Riau Petroleum. Untuk finansial, UOB telah menyatakan kesiapanya untuk mendukung rencana investasi Riau Petroleum.

Berdasarkan data Biro Ekonomi pemprov Riau produksi minyak CPP blok siak saat ini mencapai 2.500 barel per hari. Produksi tersebut masih mungkin meningkat karena tidak semua sumur telah dieksploitasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blok siak blok mahakam
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top