Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konversi BBM ke Gas Terkendala Alat Konversi

Bisnis.com, JAKARTA-Pelaksanaan konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas masih terkendala dengan ketersediaan alat konversi yang diberikan melalui Kementerian Perindustrian dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 08 Oktober 2013  |  15:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-Pelaksanaan konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas masih terkendala dengan ketersediaan alat konversi yang diberikan melalui Kementerian Perindustrian dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral.

Susilo Siswoutomo, Wakil Meneteri ESDM, mengatakan saat ini pihaknya fokus kepada persoalan alat konversi yang akan dipasang di kendaraan bermotor. Pasalnya, saat ini penyediaan alat konversi tidak hanya disalurkan Kementerian ESDM, tetapi juga disalurkan melalui Kementerian Perindustrian.

“Kami fokus pada pengadaan alat konversinya, karena ini disalurkan melalui dua kementerian. Pasokan gasnya sudah kami sediakan,” katanya di Jakarta, Selasa (8/10/2013).

Seperti diketahui, Kementerian ESDM berencana membagikan 4.000 alat konversi tahun ini untuk kendaraan umum, taksi, dan mobil dinas. Alat konversi itu akan dibagikan di 3 kota, yakni Jabodetabek 2.000 unit, Palembang 1.000 unit, dan Surabaya 1.000 unit.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian sempat berencana menyalurkan 3.000 alat konversi tahun ini. Kebutuhan alat konversi itu akan diperoleh melalui impor, dengan beberapa komponen yang dibuat di dalam negeri.

Susilo menuturkan pihaknya akan melaksanakan program konversi BBM ke gas itu secara bertahap dengan melibatkan swasta. Pihak swasta akan dilibatkan dalam hal pengadaan dan pemasangan alat konversi di kendaraan bermotor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konversi bbm wamen esdm
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top