Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Upah, Muhaimin Siap Negosiasi Dengan Serikat Pekerja

Bisnis.com, JAKARTA—-Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar siap bernegosiasi dengan serikat pekerja (SP) terkait ancaman mogok pasca terbitnya Inpres No.9/2013.
Ashari Purwo Adi N
Ashari Purwo Adi N - Bisnis.com 06 Oktober 2013  |  20:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—-Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar siap bernegosiasi dengan serikat pekerja (SP) terkait ancaman mogok pasca terbitnya Inpres No.9/2013.

"Sehingga aspirasi dan harapan serikat pekerja yang mau mogok nasional dapat ditindaklanjuti dengan segera,” katanya, Minggu (6/10/2013).

Kementerian, sebagai regulator dan fasilitator, lanjutnya, terus melanjutkan setiap aspirasi serta harapan dari pekerja dan serikat pekerja. Asal tuntutan dari serikat pekerja itu realistis.

Muhaimin mengimbau serikat pekerja untuk tidak melakukan aksi mogok. Dia optimistis, masalah terkait penentuan upah pekerja berdasarkan standar komponen hidup layak dan inflasi bisa segera diatasi.

Inpres tersebut berisi penegasan utuk memperkuat unsur tripartit dalam dewan pengupahan sehingga terwujud hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, pengusaha dan pekerja.

Antara pengusaha, pemerintah dan pekerja harus terlibat aktif dalam dialog menentukan besaran upah minimum.

Namun, kata Muhaimin sesuai inpres No.9/2013 disebutkan bahwa untuk daerah yang upah minimumnya masih berada di bawah KHL, kenaikan upah minimum dibedakan antara industri pada karya tertentu dengan industri lainnya.

Inpres ini bermaksud memberikan perlindungan bagi industri padat karya karena industri padat karya memang butuh perlindungan dari ancaman tutup akibat tingginya upah.

"Karena itu khusus untuk industri padat karya kenaikan upahnya tidak terlalu tinggi dibandingkan upah industri besar lainnya," kata Muhaimin. (ra)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

upah serikat pekerja muhaimin upah pekerja
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top