Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Infrastruktur Tak Mampu Imbangi Serbuan Mobil Murah, Kota Besar Bakal Lumpuh

Bisnis.com, JAKARTA – Jakarta dan kota metropolitan lainnya, seperti Bandung, Bogor, dan Surabaya tinggal menunggu lumpuh akibat pembangunan infrastruktur jauh lebih lamban dibandingkan dengan derasnya pasokan mobil murah.
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 29 September 2013  |  18:32 WIB
Infrastruktur Tak Mampu Imbangi Serbuan Mobil Murah, Kota Besar Bakal Lumpuh
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Jakarta dan kota metropolitan lainnya, seperti Bandung, Bogor, dan Surabaya tinggal menunggu lumpuh akibat pembangunan infrastruktur jauh lebih lamban dibandingkan dengan derasnya pasokan mobil murah.

Pengamata Tata Kota Yayat Supriatna mengatakan derasnya pasokan mobil melalui kebijakan mobil murah ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC) tidak sebanding dengan pembangunan infrastruktur baru.

“Sudah sangat tertinggal jauh. Kendaraan bertambah 11%-12% akan tetapi pertumbuhan jalan hanya 0,01%,” katanya saat dihubungi Bisnis, Minggu (29/9/2013).

Yayat berpendapat kebijakan yang disebutnya sebagai kepentingan bisnis tersebut diakibatkan kurangnya koordinasi antarkementerian terkait, yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Perhubungan.

Menurutnya, sebelum kebijakan tersebut dikeluarkan, pemerintah harus memastikan daya dukung infrastruktur terhadap lonjakan volume mobil dan ketersediaan angkutan massal yang memadai.

“Kita ini boleh saja memproduksi mobil kalau keduanya dapat terpenuhi. Tapi ini, membangun jalan saja lama sekali,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur mobil murah kemacetan
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top