Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ditunggu, Hasil Verifikasi Serikat Pekerja

R Fitriana
R Fitriana - Bisnis.com 19 September 2013  |  16:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Verifikasi keberadaan serikat buruh/serikat pekerja menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang mendesak dilakukan agar para pekerja/buruh dapat melakukan konsolidasi menyeluruh hingga ke daerah.

Hal itu dikarenakan sejak dua tahun lalu, pemerintah melakukan verifikasi data keberadaan serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB), tapi hingga kini belum ada hasilnya.

Padahal, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan SP/SB berharap segera dituntaskan verifikasi dengan menggunakan data peserta jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek).

“Untuk memudahkan proses verifikasi bisa pakai data jamsostek dan dinas ketenagakerjaan setempat tinggal mencocokkan dengan pengurus SP/SB yang ada,” kata Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar, Kamis (19/9/2013).

Kini, kalangan SP/SB melakukan konsolidasi organisasi hingga ke daerah untuk menyikapi perkembangan kondisi ekonomi, bisnis, dan politik di Tanah Air yang berdampak pada kesejahteraan pekerja/buruh.

Menurut Ketua Umum SP Jamsostek Abdurahman Irsyadi, perkembangan proses transformasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan yang menyangkut pekerja/buruh harus disikapi dengan konsolidasi organisasi.

SP Jamsostek konsolidasi dengan menambah tiga kepengurus wilayah SP di Sumbariau (Sumbar dan Riau), Banten, dan Maluku-Papua.

“Kami ingin menciptakan iklim kerja yang kondusif dan mitigasi masalah SDM di tingkat wilayah,” jelasnya.

Irsyadi menuturkan SP Jamsostek yang beranggotakan 3.400 orang akan mendampingi dan mengawal proses transformasi BPJS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indonesia buruh jamsostek bpjs pekerja pemerintah opsi sp sb verifikasi keanggotaan
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top