Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Hijau Bisa Tingkatkan Nilai Saham, Ini Alasannya

Bisnis.com, JAKARTA– Produsen keramik PT Arwana Citramulia fokuskan penerapan industri hijau dengan menyisakan lebih dari 50% lahan pabriknya untuk ruang terbuka hijau (RTH).Presiden Direktur dan CEO Arwana Citramulia Tandean Rustandy mengatakan
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 15 September 2013  |  14:25 WIB
Industri Hijau Bisa Tingkatkan Nilai Saham, Ini Alasannya

Bisnis.com, JAKARTA– Produsen keramik PT Arwana Citramulia fokuskan penerapan industri hijau dengan menyisakan lebih dari 50% lahan pabriknya untuk ruang terbuka hijau (RTH).

Presiden Direktur dan CEO Arwana Citramulia Tandean Rustandy mengatakan industri hijau yang diterapkannya sejak 20 tahun lalu pada pabrik pertamanya di Arwana Plant I, Pasar Kemis, Tangerang tidak hanya menggunakan mesin hemat energi, tapi juga diimbangi dengan penanaman pohon.

“Kalau mau jadi industri yang jangka panjang biayanya memang tidak sedikit, tapi orang asing akan melihat prospek kami jangka panjang, dan saham kami pun bisa tinggi,” katanya kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Penerapan industri hijau juga dilakukan Arwana pada pabrik kedua di Cikande – Serang Banten, Surabaya dan Palembang.

Penyisihan lahan hijau tersebut di antaranya pabrik Arwana Plant I (Pasar Kemis Tangerang) seluas 2,8 hektar, yang 50% nya untuk RTH dan bangunan pabrik yang berkapasitas 3,7 juta m2/tahun.

Arwana Plant II (Cikande Serang – Banten) memiliki luas 10 ha, yang 55%nya untuk RTH dan sisanya untuk pabrik berkapasitas 22 juta m2/tahun.

Pabrik Arwana Plant III (Surabaya) memiliki luas 9 ha, 60% nya untuk RTH dan 40% nya pabrik berkapasitas 19 juta m2/tahun, sedangkan pabrik di Palembang yang baru beroperasi pada 2013 memiliki luas 12,5 ha, yang 65% nya RTH, dan sisanya bangunan pabrik berkapasitas 8 juta m2/tahun.

“Dengan ekspansi pabrik di beberapa tempat bisa menghemat biaya transportasi untuk pendistribusian,” kata Tandean.

Ongkos mengangkut keramik dari Jakarta ke Palembang biasanya sekitar Rp7.000 – Rp8.000 per meter, tapi dengan terbangunya pabrik di Palembang berkapasitas 8 juta m2/tahun, Arwana sudah tidak mengeluarkan biaya transportasi.

“Sedangkan untuk menekan biaya energi, kami bekerjasama dengan Pertamina di Palembang untuk membeli gas langsung yang jatuhnya lebih murah,” katanya.

Dalam RTH pabrik keramik Arwana ini banyak beragam jenis pepohonan dan tanaman obat. Penerapan industri hijau juga dilakukan dengan memanfaatkan hasil tanamam obat seperti bunga kumis kucing dan serai  sebagai minuman kesehatan yang diolah sendiri dan dikonsumsi oleh seluruh karyawannya.

Beberapa hewan peliharaan seperti ikan, burung dan monyet juga bertengger di dalam kandang yang berada di kawasan RTH.

Arwana Citramulia pun sudah berturut-turut memperoleh penganugerahan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian RI yang diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara pada 2011 (Plant I Tangerang) dan 2012 (Plant II Serang Banten). (ltc)
 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

keramik arwana citramulia industri hijau
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top