Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Distribusi Penjualan Mobil Murah Harus Merata

Bisnis.com,  JAKARTA- Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan memang ada kekhawatiran program mobil murah dan ramah lingkungan akan menambah kemacetan.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 12 September 2013  |  17:30 WIB
Distribusi Penjualan Mobil Murah Harus Merata
Bagikan

Bisnis.com,  JAKARTA- Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan memang ada kekhawatiran program mobil murah dan ramah lingkungan akan menambah kemacetan.

Namun, bila distribusi mobil dilakukan secara merata dan pemerintah daerah meningkatkan manajemen lalu lintas dengan baik, kekhawatiran tersebut bisa ditepis.

“Saya sudah katakan kepada para produsen agar distribusinya lebih merata. Jadi dimulai launching tidak hanya di Jakarta saja,” kata Hidayat di kantor Kemenperin, Kamis (12/9/2013).

Menurut Hidayat, program nasional pemerintah ini sudah disiapkan sejak 3 tahun lalu sehingga sudah dipikirkan matang-matang dampak positif dan negatifnya.

“Ada banyak kota di Indonesia, harus diatur pola distribusinya. Program ini kan memberikan hak bagi yang berpenghasilan menengah untuk bisa menikmati mobil, terlabih ini mobil hemat energi.”

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan kehadiran mobil murah dan ramah lingkungan bisa memperparah kemacetan di ibu kota.

Menurutnya, kebijakan itu juga bertolak belakang dengan program Pemprov DKI Jakarta saat ini untuk mengurangi kemacetan di ibu kota.

Dia memastikan kebijakan mobil murah itu, justru akan menambah kemacetan di Jakarta karena jumlah kendaraan akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya taraf hidup warga ibu kota.  (ra)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil murah
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top