Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produsen Keramik Arwana Enggan Genjot Ekspor

Bisnis.com, TANGERANG - Produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk memilih meningkatkan pasar dalam negeri dibandingkan harus menggenjot ekspor seperti yang diharapkan pemerintah untuk mengatasi gejolak perekonomian Indonesia.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 11 September 2013  |  20:38 WIB
Produsen Keramik Arwana Enggan Genjot Ekspor

Bisnis.com, TANGERANG - Produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk memilih meningkatkan pasar dalam negeri dibandingkan harus menggenjot ekspor seperti yang diharapkan pemerintah untuk mengatasi gejolak perekonomian Indonesia.

Presiden Direktur dan CEO Arwana Citramulia Tandean Rustandy mengatakan pasar dalam negeri masih cukup bagus apalagi produk yang ditawarkan harganya terjangkau untuk kelas menengah ke bawah.

"Pemerintah boleh saja kejar ekspor, tapi dalam negeri kita di sini banyak yang memerlukan keramik. Kami ekspor hanya 1% dari kapasitas produksi sekitar lebih dari 52 juta m2/tahun," katanya kepada Bisnis.com di pabrik keramik Arwana Plant I, Tangerang , Rabu (11/9/2013).

Dia mengatakan ekspor selama ini hanya dilakukan di beberapa negara seperti India, Thailand, Vietnam, dan Srilangka.

"Kami tidak perlu menjual, dan ternyata mereka yang minta sendiri, karena harga kami lebih rendah dari pada di sana," ujarnya.

Tandean menambahkan, jika pengusaha tengah tiarap akibat kondisi rupiah yang lesu, tapi kinerja keramik Arwana tetap stabil karena barang didistribusikan langsung ke pelosok-pelosok daerah.

"Dan Arwana tidak pernah menjual keramik langsung kepada developer, tapi melalui agen yang tersebar dan langsung kepada end user," katanya.  (ra)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor keramik arwana citramulia
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top