Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kamus Ekonomi: Apa Arti Rasio Gini

Bisnis.com, JAKARTA - Rasio Gini atau koefisien adalah alat mengukur derajat ketidakmerataan distribusi penduduk. Ini didasarkan pada kurva Lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variable tertentu (misalnya
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 21 Agustus 2013  |  04:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Rasio Gini atau koefisien adalah alat mengukur derajat ketidakmerataan distribusi penduduk. Ini didasarkan pada kurva Lorenz, yaitu sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan distribusi dari suatu variable tertentu (misalnya pendapatan) dengan distribusi uniform (seragam) yang mewakili persentase kumulatif penduduk.

Garis diagonal mewakili pemerataan sempurna. Koefisien Gini didefinisikan sebagai  A/(A+B), dimana A dan B seperti yang ditunjukkan pada grafik. Jika A=0 koefisien Gini bernilai 0 yang berarti pemerataan sempurna, sedangkan jika B=0 koefisien Gini akan bernilai 1 yang berarti ketimpangan sempurna.

Manfaat, gigunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh.

Rumus

GR : Koefisien Gini
fpi : frekuensi penduduk dalam kelas pengeluaran kei
Fci : frekuensi kumulatif dari total pengeluaran dalam kelas pengeluaran kei
Fci1 : frekuensi kumulatif dari total pengeluaran dalam kelas pengeluaran ke (i1)

Interpretasi
Koefisien Gini berkisar antara 0 sampai dengan 1. Apabila koefisien Gini bernilai 0 berarti pemerataan sempurna, sedangkan apabila bernilai 1 berarti ketimpangan sempurna.

Sumber Data
Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi distribusi
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top