Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perlu Jadikan Remitansi TKI Pendorong Ekonomi Produktif

Bisnis.com, MALANG— Pemerintah perlu membuat program untuk mendorong remitansi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang digunakan untuk membiayai ekonomi produktif.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 08 Agustus 2013  |  17:21 WIB
Perlu Jadikan Remitansi TKI Pendorong Ekonomi Produktif
Bagikan

Bisnis.com, MALANG— Pemerintah perlu membuat program untuk mendorong remitansi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang digunakan untuk membiayai ekonomi produktif.

Direktur Eksekutif Institut Development for Economic and Finance (Indef) Prof Ahmad Erani Yustika mengatakan angka pengiriman per TKI kepada keluarganya sangat besar. Apalagi jika dikumulatifkan per tahun.

“Dana yang dikirimkan TKI ke keluarganya itu besarannya sangat signifikan dan bisa digunakan membiayai kegiatan ekonomi produktif,” kata Erani, Kamis (8/8/2013).

Namun selama ini remitansi lebih banyak untuk membiayai kegiatan ekonomi konsumtif. Contohnya untuk membiayai kehidupan sehari-hari keluarga dan semacamnya.

Karena itulah, pemerintah perlu membuat program untuk mendorong agar remitansi TKI bisa dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan ekonomi produktif di daerah asal tenaga kerja tersebut. Dengan begitu, maka remintansi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, setidaknya ekonomi di daerah tempat TKI.

Sementara itu menjelang Lebaran, TKI asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, ramai-ramai mengirim uang ke daerah asalnya. Data yang tercatat di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat mencatat angka remitansi sampai menjelang Lebaran mencapai Rp134 miliar.

“Kemungkinan angkanya melebihi dari itu karena data tersebut hanya kami ambil dari dua bank, yakni BNI dan BRI,”kata Djaka Ritamtama, Kepala Disnakertrans Kab. Malang.

Pengirim remitansi TKI terbesar dari Hongkong, yakni sebesar Rp44 miliar, selanjutnya Malaysia Rp35 miliar, Arab Saudi Rp12 miliar, dan lainnya seperti dari Uni Emirat Arab, Kuwait, Jepang, Singapura, dan Taiwan.(ltc)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

remitansi Info Mudik info lebaran
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top