Bukit Asam Tanggapi Positif Bauran Bahan Bakar Nabati

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk. menanggapi positif  terhadap kewajiban penggunaan bauran bahan bakar nabati pada mesin  pertambangan asalkan proses pencampuran telah diuji dan disiapkan terlebih  dahulu.
Inda Marlina | 02 Agustus 2013 03:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk. menanggapi positif  terhadap kewajiban penggunaan bauran bahan bakar nabati pada mesin  pertambangan asalkan proses pencampuran telah diuji dan disiapkan terlebih  dahulu.

Corporate Secretary Bukit Asam Joko Pramono mengatakan pencampuran perlu  dilakukan pengujian yang akan melibatkan banyak pihak. Selai itu, badan usaha milik negara itu juga meminta jaminan penyedia bahan bauran BBM yang kompeten.

"Apakah Pertamina atau pihak lain yang berkompeten yang menyediakan harus  melalui persiapan," ujarnya di Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Persiapan yang dimaksud, imbuhnya, merupakan pengujian bauran antara energi  fosil dengan bahan tumbuhan. Hal ini agar peralatan dapat berjalan dengan  baik, efisien, dan produktivitas meningkat.

Kebutuhan energi listrik perusahaan pelat merah itu kurang lebih menggunakan  produksi listrik 40% yang berasal dari BBM. Untuk memperoleh  bahan minyak  nabati, Joko mengatakan mereka tidak akan kesulitan.

"Itu karena ketersediaan bahan nabati ada di sekitar lokasi tambang,"  imbuhnya.      

Direkrotat Jenderal Energi Baru dan Tebarukan Konservasi Energi akan mengamandemen Permen No.32/2008 mengenai kewajiban penggunaan bauran BBN. Pemerintah juga akan merevisi sanksi yang diberikan pada produsen BBN.

Permen yang baru akan memberikan sanksi kepada industri yang diwajibkan  menggunakan bauran minyak nabati tersebut. Selain pertambangan batu bara,  kewajiban untuk bauran energi baru itu juga untuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Tag : Harga BBM, bukit asam, bauran, nabati
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top