Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pekerja Asing Marak, Rekrutmen Ditertibkan

Bisnis.com, JAKARTA--Serbuan tenaga kerja asing ke Indonesia dinilai cukup mengkhawatirkan sehingga perlu penertiban dalam proses perekrutannya.
Andika Prawira
Andika Prawira - Bisnis.com 01 Agustus 2013  |  04:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Serbuan tenaga kerja asing ke Indonesia dinilai cukup mengkhawatirkan sehingga perlu penertiban dalam proses perekrutannya.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Reyna Usman di kantor Kemenakertrans Jakarta, Rabu, (31/7/2013).

Reyna menambahkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam rapat pimpinan meminta penerimaan TKA dikoordinasikan secara baik dengan kantor imigrasi, dan setiap TKA yang datang ke Indonesia harus terdaftar

Reyna mengimbau seluruh pengguna TKA dan perusahaan negeri segera melaporkan TKA yang sedang dan akan diperkerjakan di Indonesia. "Kami tentunya sangat mengharapkan ada data yang masuk ke kami, sehingga proses pengunaan TKA sesuai dengan prosedur yang berlaku," ujar Reyna.

Dia menjelaskan jangan melakukan pembiaran terhadap penggunaan TKA di Indonesia tanpa prosedur karena dikhawatirkan menambah jumlah pengangguran bagi calon tenaga kerja di Indonesia.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Reyna mengatakan akan berkoordinasi dengan lembaga terkait lainnya, terutama kantor Imigrasi dan secepatnya dicarikan solusi yang terbaik untuk mengantisipasi maraknya serbuan tenaga kerja asing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tka muhaimin iskandar kementerian tenaga kerja dan transmigrasi tenaga kerja asing
Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top