Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Petrokimia Global Membaik, Industri Lokal Menggeliat

BISNIS.COM, JAKARTA- Kenaikan harga petrokimia  di pasar dunia membawa berkah sendiri untuk industri petrokimia dalam negeri. Pasalnya, margin pengusaha ini ikut merangkak.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 17 Juli 2013  |  17:45 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA- Kenaikan harga petrokimia  di pasar dunia membawa berkah sendiri untuk industri petrokimia dalam negeri. Pasalnya, margin pengusaha ini ikut merangkak.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Aromatik, Olefin dan Plastik (Inaplas) Budi Susanto mengatakan Juni ini harga petrokimia global di pasar dunia memang mulai membaik. Hal ini disebabkan oleh harga minyak mentah dunia yang sudah mulai naik dan tingginya permintaan di Eropa dan Amerika Serikat.

Menurutnya, krisis di Eropa dan Amerika Serikat mulai mengarah membaik sehingga permintaan dari sana pun meningkat.

“Hal ini membuat delta kami meningkat. Kalau awal tahun selisihnya (delta/keuntungan) sekitar US$100 per ton, Juni ini sekitar US$200 per ton. Artinya margin membaik,” kata Budi ketika dihubungi Bisnis, Rabu (17/7).

Pada Juni ini, Harga petrokimia di pasar dunia 3% menjadi US$1.312 per ton, kenaikan pertama sejak Januari tahun ini.

Menurut data bulanan Platts Global Petrochemical Index (PGPI), harga pada bulan lalu naik dari rata-rata harga bulanan PGPI sebesar US$1.278 per ton pada Mei.

Jika diibandingkan dengan harga rata-rata Juni 2012 yang tercatat US$1.104 per ton, harga pada Juni tahun ini naik 19%.

Olefin, bahan baku petrokimia, juga ikut naik pada Juni, mengakhiri penurunan harga selama 3 bulan berturut-turut.

“Harga propilena melonjak 5% pada Juni, mendekati US$1.300 per ton,” kata Jim Foster, analis petrokimia senior Platts.

Kenaikan harga tersebut pertama sejak Februari, dan harga kembali ke level yang tidak ditemui sejak kuartal pertama.

Harga etilena juga meningkat 4% pada bulan lalu. Fundamental pasar mengindikasikan peningkatan lebih didorong oleh faktor permintaan, mengingat biaya variable kedua produk itu tidak banyak berubah.

Harga etilena global pada Juni rata-rata US$1.213 per ton, naik 4% dari rata-rata Mei sebesar US$1.170 per ton.

Harga polietilena, produk turunan etilena, bahkan naik lebih tinggi yakni 6% menjadi US$1.540 pada Juni dari harga bulan sebelumuya US$1.459 per ton.

Propilena, komponen olefin kedua PGPI, meningkat 5% pada Juni ke level US$1.287 per ton dari US$1.228 per ton pada Mei.

Harga polipropilena mengikuti tren harga propilena, naik 5% pada Juni menjadi US$1.519 dari rata-rata bulan sebelumnya US$1.482 per ton.

Namun, kata Budi, kenaikan harga pada Juni merupakan siklus yang rutin terjadi setiap tahunnya.

“Ini naik turun dipengaruhi oleh bahan baku minyak mentah. Sampai akhir tahun masih naik turun, namun cenderung naik,” katanya.

Meski begitu, pihaknya mengaku masih akan mencermati dan memantau fluktuasi harga petrokimia global.  “Ini masih perlu dicermati.”

Sementara itu, lonjakan harga olefin tidak terjadi di pasar aromatik, yang umumnya lebih rendah pada Juni dan merefleksikan rendahnya permintaan.

Indeks toulena global Platts jatuh 6% pada Juni menjadi US$1.094 dari US$1.158 per ton pada bulan sebelumnya, sementara indeks benzena turun 3% dari US$1.322 pada Mei menjadi US$1.286 per ton pada Juni.

Paraxilena merupakan satu-satunya produk aromatik yang mencatat kenaikan harga pada Juni, yakni naik 1% menjadi US$1.389 per ton.

“Seharunya demandnya naik ya untuk aromatik, tapi ini masih stagnan,” lanjut Budi.  (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petrokimia industri lokal
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top