Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Diyakini Tekan Harga Cabe dan Bawang, Daya Beli Pun Sudah Melemah

Bisnis.com, MALANG - Harga cabe rawit dan bawang merah diprediksikan turun pekan depan yang dipicu rencana impor pemerintah atas komoditas tersebut serta lemahnya daya beli masyarakat.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 17 Juli 2013  |  14:18 WIB

Bisnis.com, MALANG - Harga cabe rawit dan bawang merah diprediksikan turun pekan depan yang dipicu rencana impor pemerintah atas komoditas tersebut serta lemahnya daya beli masyarakat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Stasiun Terminal Agribisnis (STA) Mantung, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Totok Purwanto,  mengatakan kabar tentang rencana pemerintah yang segera mengimpor cabe rawit dan bawang merah menjadikan pedagang besar ketir-ketir.

Mereka khawatir harga turun drastis bersamaan dengan datangnya cabe rawit dan bawang merah impor di pasar sehingga tidak berani menyimpan komoditas tersebut dalam jumlah banyak.

“Bahkan pedagang menengah tidak berani kulakan dua komoditas yang harganya naik turun itu. Jika pun kulakan, jumlahnya hanya kecil,” kata Totok di Malang, Rabu (17/7/2013).

Di sis lain, daya beli masyarakat juga turun sebagai dampak penaikan  harga bahan bakar minyak serta kenaikan barang dan jasa. Indikator sederhananya, pedagang tidak berani kulakan sayur seperti biasanya karena takut tidak laku.

Karena itulah, dia memprediksikan, pekan depan harga cabe dan bawang merah turun. Pertimbangan karena pedagang besar akan mengeluarkan stoknya karena khawatir cabe dan bawang merah datang sehingga memenuhi pasar.

Dampaknya harga dua komoditas itu pun turun tajam. Kondisi tersebut jelas merugikan pedagang besar karena mereka biasanya stok dagangannya jika tidak segera dilepas.

Saat ini, harga cabe rawit di STA Mantung memang masih tinggi, yakni Rp45.000 per kg atau naik tajam bila dibandingkan dengan  sepekan lalu yang masih Rp30.000 per kg.

Harga bawang merah juga naik dari Rp25.000 per kg pada dua pekan lalu menjadi Rp52.000 per kg.

Dua komoditas tersebut, kata Totok, memang pasokannya berkurang karena penyakit dampak dari anomali cuaca. Bahkan di Brebes, Jawa Tengah, yang merupakan sentra produksi bawang merah, komoditas justru tidak ada. “Saya sendiri yang memantau bawang merah di Brebes.”

Pasokan bawang merah ke STA Mantung dipenuhi dari produksi bawang merah di Bali dan Ampenan, Nusa Tenggara Barat. Namun jumlahnya relatif kecil.

Sedangkan cabe rawit, dapat dipenuhi dari produksi di Kab. Malang. Namun pasokannya berkurang karena sebagian besar terkena antraknosa.

Namun dari pengamatan di pasar, kata dia, sebenarnya stok dua komoditas tersebut masih mencukupi. Karena itulah kenaikan dua komoditas juga tidak terlepas dari kemungkinan pedagang besar yang memainkan harga.

Menurut dia, untuk komoditas sayur lainnya, harganya stabil serta pasokannya mencukupi kecuali tomat. Seperti kubis harganya Rp3.500 per kg, kentang Rp6.500 per kg, kacang kapri Rp62.000 per kg, sawi putih Rp2.500 per kg. Sedangkan buncis Rp6.500 per kg, wortel Rp8.500 per kg.

Harga tomat saat ini mencapai Rp8.500 per kg atau naik bila dibandingkan pekan lalu yang mencapai Rp5.500-Rp6.500 per kg. Kenaikan harga tomat dipicu turunnya produksi di samping areal tanamnya yang tidak terlalu luas di Malang Raya, yakni Kota Malang, Kota Batu, dan Kab. Malang.(k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor Inflasi bawang cabai lebaran Ramadan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top