Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Harga Daging Sapi Rp75.000/kg, Ini Rencana Aksi Bulog

Bisnis.com, JAKARTA— Indonesia dinilai memerlukan tambahan pasokan sapi hidup siap potong selain daging sapi beku dari Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menurunkan harga pada level Rp75.000 per kilogram.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 17 Juli 2013  |  13:15 WIB
Kejar Harga Daging Sapi Rp75.000/kg, Ini Rencana Aksi Bulog
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Indonesia dinilai memerlukan tambahan pasokan sapi hidup siap potong selain daging sapi beku dari Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menurunkan harga pada level Rp75.000 per kilogram.

Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan akan tetap berusaha mendatangkan 3.000 ton alokasi impor daging sapi sebelum Lebaran. Saat ini masih terus dilakukan negosiasi dengan eksportir daging sapi asing dan pesawat pengangkut.

“Nanti setelah yang dari laut [2.200 ton] datang [harga] memang akan turun, tetapi untuk bisa sampai pada level Rp75.000 per kilogram masih butuh banyak pasokan lagi. Solusinya adalah dengan penambahan sapi siap potong,” kata Sutarto seusai menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Perekonomian, Rabu (17/7/2013).

Percepatan impor daging sapi Bulog yang terkonsentrasi pada bulan ini dari keputusan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan sampai Desember dirasa belum cukup. Pihaknya berharap pemerintah bisa mendatangkan sapi siap potong dalam jumlah besar.

Dia menambahkan penambahan kuota ini sangat diperlukan mengingat persediaan sapi di Australia berkurang karena musim dingin. Pihaknya juga akan memenuhi kebutuhan dalam negeri dari stok 200 sapi siap potong yang dimiliki.

 “Ke depan kami juga masih melakukan negosiasi dengan peternakan dari Jawa Timur dan Lampung. Khusus untuk Lampung bahkan persediaan mereka sampai 6.000 ekor,” ujarnya.

Sutarto berharap pemerintah memperbaiki mekanisme impor antara penugasan dan importir biasa. Selain itu, kebijakan satu atap  perizinan juga merupakan langkah tepat dan sangat membantu.

 “Ini kan crash program, tentu saja hal-hal kecil yang bersifat administratif bisa dipercepat penyelesaiannya. Ini beda dengan diistimewakan lho,” tuturnya. (ltc)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor impor sapi harga sapi sapi siap potong
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top