Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Promosi dan Pameran Jadi Kunci Tingkatkan Ekspor Mebel

BISNIS.COM, JAKARTA—Gencarnya promosi dan penyelenggaraan pameran di luar negeri menjadi faktor utama pendorong tumbuhnya nilai ekspor mebel.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 05 Juli 2013  |  23:45 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Gencarnya promosi dan penyelenggaraan pameran di luar negeri menjadi faktor utama pendorong tumbuhnya nilai ekspor mebel.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami meyakini target ekspor sebesar 20% bisa terealisasi seiring dengan gencarnya upaya promosi dan pameran di luar negeri.

“Saya kira nilai lebih dari US$2 miliar bisa tercapai. Para pengusaha sudah mendapatkan order dari pameran sebelumnya dan saat ini mereka harus sudah mengirim. Saya harap hasil itu bisa lebih baik dari 2012,” kata Gusmardi seusai jumpa pers Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2013, Jumat (5/7/2013).

Pihaknya menilai pameran yang diselenggarakan di luar negeri merupakan alat yang penting untuk merealisasikan pertumbuhan tersebut. Selain itu, produsen harus mampu memproduksi sesuai tren desain dan menggunakan bahan baku ramah lingkungan.

Dia menjelaskan saat ini pasar non tradisional yang sudah mulai menunjukkan permintaan antara lain Afrika Selatan, Tunisia, Kenya, dan Tanzania. Namun, pasar ini lebih banyak memesan mebel berbahan baku kayu dibandingkan dengan rotan.

Gusmardi menjelaskan negara kawasan Afrika ini belum mengenal bahan baku rotan, padahal di samping tahan lama, dan anti serangga juga lebih ringan. Pihaknya akan lebih menggencarkan rotan ke negara-negara tersebut.

“Seperti tahun lalu saat kami melakukan pameran di India, mereka sangat tertarik dengan rotan. India sendiri perekonomiannya tumbuh hampir 5,8%, saya kira ini salah satu pasar yang harus kita garap lebih serius ke depan,” tuturnya.

Tahun lalu, perbandingan ekspor rotan dan kayu sebesar 30:70. Periode Januari-April 2013 ekspor mebel rotan sudah mencapai US$69,7 juta atau mengalami kenaikan 2,8% secara year-on-year.

“Ini hasil dari larangan ekspor bahan baku sesuai Permendag [Peraturan Menteri Perdagangan] No. 35/2011. Jadi konsumen mulai melihat rotan sebagai salah satu pilihan yang baik,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran ekspor internasional kementerian perdagangan mebel promosi gusmardi
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top