Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TABUNGAN PERUMAHAN: Pemerintah Usulkan Iuran Tapera 2,5% Dari Gaji

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah mengusulkan besaran iuran tabungan perumahan rakyat (tapera) yang tengah disusun dalam rancangan undang-undang sebesar 2,5 % dari gaji pekerja.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 12 Juni 2013  |  15:29 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah mengusulkan besaran iuran tabungan perumahan rakyat (tapera) yang tengah disusun dalam rancangan undang-undang sebesar 2,5 % dari gaji pekerja.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengungkapkan besaran tersebut diharapkan tidak akan memberatkan masyarakat dalam membayarkan iuran tersebut setiap bulannya.

“Pemerintah inginnya moderat dan tidak memberatkan, yakni 2,5%,” ujarnya usai menghadiri Musyawarah Nasional IV Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Pihaknya mengaku besaran angsuran tersebut hanya dibebankan kepada pekerja, dan tidak ada kontribusi dari pemerintah sebagai pemberi kerja.

“Bagusnya begitu (pemberi kerja ikut sharing iuran). Untuk sharing, pemerintah belum terpikirkan ke arah sana. Untuk usulan saat ini, angsuran dibebankan kepada pekerja, pemerintah tidak terbebani,” ungkapnya.

Terkait sifat kepesertaan, Djan mengaku pemerintah hanya memiliki wewenang untuk karyawan yang mendapatkan gaji dari APBN/APBD.

“Kalau yang menyangkut seluruh rakyat, diatur dalam undang-undang. Kalau DPR mewajibkan seluruh warga membayarkan iuran, ya pemerintah ikut,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenpera ruu tapera djan faridz menteri perumahan rakyat
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top