Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SUMUR BLOK JABUNG: Akibat Penyegelan Negara Merugi US$220.166/hari

BISNIS.COM, JAKARTA--Penyegelan sumur minyak dan gas bumi (migas) di Blok Jabung mengakibatkan negara kehilangan potensi penerimaan negara sebesar US$220.166 per hari dari 433 barel minyak per hari dan 11,01 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd)
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 27 Mei 2013  |  19:06 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Penyegelan sumur minyak dan gas bumi (migas) di Blok Jabung mengakibatkan negara kehilangan potensi penerimaan negara sebesar US$220.166 per hari dari 433 barel minyak per hari dan 11,01 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) yang tidak terproduksi.

Gde Pradyana, Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan penyegelan sumur di Blok Jabung itu telah menghentikan penerimaan dari sumur yang sudah berproduksi itu.

Alasannya, dalam kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) disebutkan sumur tersebut milik negara, sedangkan PetroChina International Jabung Ltd hanya sebagai operator.

“Kalau Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menyegel sumur di Blok Jabung, sebenarnya mereka juga telah menyegel aset negara,” katanya di Jakarta, Senin (27/5/2013).

Pradyana mengungkapkan sebenarnya PetroChina telah mengajukan izin lokasi sejak tahun lalu.

Bahkan, SKK Migas sempat menerima surat permintaan tarif dan sumbangan yang nilainya ratusan juta rupiah untuk setiap izin yang dikeluarkan.

Akan tetapi, surat itu kemudian dicabut kembali oleh Pemkab Tanjung Jabung Timur.

Sementara Novie Latanna, communication manager PetroChina Int Companies in Indonesia mengatakan saat ini SKK Migas telah menyetujui permintaan alokasi gas sebanyak 5 MMscfd yang diajukan Pemkab Tanjung Jabung Timur.

Permintaan alokasi gas tersebut disebut-sebut sebagai salah satu masalah yang melatarbelakangi penyegelan sumur migas di Blok Jabung itu.

“Sesuai dengan road map yang disepakati, saat ini sedang dilakukan due dilligence terhadap BUMD [Badan Usaha Milik Daerah] yang ditunjuk oleh Pemkab Tanjung Jabung Timur,” jelasnya.

Novie mengungkapkan proses due dilligent tersebut masih sesuai dengan rencana kerja, dan ditargetkan perjanjian jual beli gas akan ditandatangani November 2013 mendatang.

Untuk itu, PetroChina saat ini membutuhkan dukungan agar dapat menyiapkan alokasi gas yang diminta itu dan dapat didistrubusikan tepat waktu.

Seperti diketahui, Pemkab Tanjung Jabung Timur telah menyegel 14 sumur di Blok Jabung yang dioperatori PetroChina International Jabung Ltd.

Penyegelan itu dilakukan dalam 2 tahap, yakni Sumur NG-15, MK-16, MK-27 dan MK-29 D yang disegel pada 24 Mei 2013 lalu.

Kemudian pada 26 Mei 2013, Pemkab Tanjung Jabung Timur kembali menyegel sumur NG-1 Pad (Sumur NG-7, NG-7D, dan NG-35), Sumur NG-28, NG-36, NG-39, NG-40, MK-20, RP-8 dan RP-15.

Dari data SKK Migas diketahui tahun ini PetroChina International (Jabung) Ltd menargetkan produksi minyak sebanyak 16.000 barel per hari.

Jumlah itu sedikit lebih rendah dibandingkan dengan realisasi produksi minyak perusahaan pada tahun lalu yang sebesar 16.747 barel per hari.  (ra)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas sumur blok jabung
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top