Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tidak Perlu Takut Jelang Kematian

BISNIS.COM, JAKARTA – Salah satu rumah sakit yang menyediakan unit layanan paliatif adalah Rumah Sakit Dharmais, Jakarta. Layanan yang sudah ada sejak 1996 di rumah sakit kanker itu memiliki 26 perawat dan beberapa dokter umum yang sudah berpengetahuan
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 10 Mei 2013  |  18:13 WIB
Tidak Perlu Takut Jelang Kematian
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA – Salah satu rumah sakit yang menyediakan unit layanan paliatif adalah Rumah Sakit Dharmais, Jakarta. Layanan yang sudah ada sejak 1996 di rumah sakit kanker itu memiliki 26 perawat dan beberapa dokter umum yang sudah berpengetahuan paliatif.

Hanya satu dokter yang sudah memiliki ijazah layanan paliatif, yakni Dr Maria Astheria Witjaksono. Dia memperoleh ilmu paliatif dari Institute of Palliative Care and Supportive Services, Flinders University, Australia.

Menurut Maria, pasien penderita kanker yang biasa dikirim ke unit paliatif adalah pasien yang sedang dalam pengobatan tapi ada nyeri yang tidak terkontrol. Pasien kanker stadium lanjut dan orang dengan HIV/ AIDS pun bisa dilayani lewat metode paliatif.

“Meski tidak bisa disembuhkan, pasien berhak memiliki kualitas hidup yang baik. Persoalan yang dapat dijawab paliatif adalah bagaimana mencegah dan mengatasi penderitaan yang muncul akibat penyakit,” kata Maria.

Tim paliatif Dharmais melatih keluarga pasien memberi obat dan makanan secara benar. Mereka juga diajari cara memberi makanan lewat selang, memakaikan kateter, mengganti infus secara aman, dan mencegah luka di tubuh pasien.

Selain penanggulangan nyeri dan gejala fisik lain seperti gangguan saluran nafas dan saluran cerna, tim juga memberi bimbingan psikososial dan spiritual.

Dampaknya sungguh besar. Ketika nyeri ditangani secara baik, ketakutan dan kecemasan ditiadakan, dan pasien dapat menerima kondisinya, usia pasien bisa lebih panjang dari perkiraan dokter. Namun, Maria menegaskan perpanjangan usia bukan tujuan utama layanan paliatif. Terpenting adalah pasien dapat hidup bahagia jelang kematiannya.

“Kelahiran dan kematian harus dipersiapkan. Pasien dan keluarga tidak takut, itu berkualitas. Kami tidak pernah bilang ke pasien bahwa hidupnya tinggal berapa lama. Ada yang kami kira cepat, ternyata lama dan sebaliknya,” tutur Maria.

Rata-rata sekitar 300 pasien dalam 1 tahun ditangani tim paliatif Dharmais. Maria bercita-cita suatu hari nanti Indonesia memiliki asosiasi dokter spesialis paliatif. Saat ini baru ada Masyarakat Paliatif Indonesia. Di dalamnya ada pasien, dokter, perawat, psikolog, dan rohaniwan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paliatif dharmais penyakit kanker
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top