Fasilitas dan Luas Rumah Sakit Dharmais Ditambah, Segini Nilainya

Proyek pengembangan Rumah Sakit Dharmais di Jakarta bakal memasuki tahap prakualifikasi pada pekan depan. Proyek ini digadang-gadang menjadi proyek pengembangan rumah sakit pertama yang melibatkan partisipasi badan usaha.
Rivki Maulana | 19 September 2018 08:40 WIB
Rumah Sakit Dharmais. - Yayasan Dharmais

Bisnis.com, JAKARTA — Proyek pengembangan Rumah Sakit Dharmais di Jakarta bakal memasuki tahap prakualifikasi pada pekan depan. Proyek ini digadang-gadang menjadi proyek pengembangan rumah sakit pertama yang melibatkan partisipasi badan usaha.

SVP Corporate Secretary & Communications PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Indra Pradana Singawinata mengatakan bahwa perusahaan bakal mengundang sedikitnya 25 perusahaan untuk berpartisipasi dalam lelang.

Dalam proyek ini, PII ditugasi untuk melakukan pendampingan, mulai dari penyiapan, penyusunan kajian prastudi kelayakan, dan pendampingan transaksi.

Indra menuturkan bahwa proyek pengembangan RS Dharmais sudah ditawarkan sejak 2017 lewat penjajakan minat pasar atau market sounding.

"Prakualifikasi insyaallah minggu depan, so far bidders yang sudah diundang 25 companies," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (18/9/2018).

Proyek KPBU RS Dharmais akan ditawarkan kepada swasta dengan pola bangun, guna, dan serah atau build, operate, transfer berdurasi 15 tahun.

Adapun, skema pengembalian investasi menggunakan skema ketersediaan layanan atau availability payment (AP).

Availability payment merupakan pembayaran secara berkala oleh menteri/kepala lembaga/kepala daerah kepada badan usaha pelaksana atas tersedianya layanan infrastruktur sesuai dengan kualitas dan/atau kriteria sebagaimana ditentukan dalam perjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Berdasarkan catatan Bisnis, tahap penjajakan minat pasar kedua pada proyek ini semula dijadwalkan berlangsung pada 8 September 2018. Namun, tahapan itu diundur.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo mengatakan bahwa persiapan proyek pengembangan RS Dharmais perlu lebih matang agar bisa menarik minat investor.

"Ada permintaan dari PT PII untuk mundur 1 bulan. Ketelitian [menjadi] prioritas," ujarnya kepada Bisnis.

Untung menjelaskan bahwa RS Dharmais merupakan rumah sakit vertikal pertama yang dikembangkan dengan skema KPBU. Proyek ini mendapat bantuan penyiapan proyek dari Kementerian Keuangan.

 Rencananya, fasilitas dan ruang rawat inap untuk pasien akan ditambah dengan total investasi Rp657 miliar.

Pengembangan RS Dharmais mencakup pembangunan dua menara rawat inap, yakni menara A dan B dengan kapasitas masing-masing 81 tempat tidur dan 161 tempat tidur.

Di samping itu, fasilitas kesehatan dan nonkesehatan akan ditambah sehingga RS Dharmais akan menjadi rumah sakit rujukan nasional untuk kanker.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top