Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ADUAN MEDIA: KPI Undang RCTI dan Indovision Klarifikasi Aduan AJI dan IMW

BISNIS.COM, JAKARTA—Komisi Penyiaran Indonesia Pusat mengundang stasiun televisi RCTI dan Indovision untuk memberikan klarifikasi sehubungan dengan aduan masyarakat.
R Fitriana
R Fitriana - Bisnis.com 07 Mei 2013  |  16:50 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Komisi Penyiaran Indonesia Pusat mengundang stasiun televisi RCTI dan Indovision untuk memberikan klarifikasi sehubungan dengan aduan masyarakat.

Pengaduan tersebut mengenai beredarnya rekaman dugaan percakapan rapat Partai Hanura yang di dalamnya melibatkan nama kedua lembaga penyiaran itu.

Aduan masyarakat antara lain dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Indonesia Media Watch (IMW).

Dalam surat pengaduannya, AJI mengatakan beredarnya rekaman pembicaraan di media sosial (Youtube) tentang rencana penggunaan frekuensi publik (RCTI) untuk kepentingan politik praktis (Partai Hanura), mengkonfirmasi hilangnya etika dan diabaikannya norma hukum yang mengatur dunia penyiaran.

Dalam suratnya, IMW menyatakan rekaman itu dipublikasikan melalui akun twitter IMW dan mendapatkan ribuan tanggapan yang meminta regulator termasuk Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memberikan tindakan tegas.

Dalam siaran pers yang diterima Bisnis, KPI melaksanakan pertemuan klarifikasi ini, karena berdasarkan UU No. 32/2002 tentang Penyiaran, lembaga itu berkewajiban untuk menindaklanjuti aduan masyarakat.

“Sesuai dengan UU Penyiaran, spektrum frekuensi radio merupakan ranah publik dan sumber daya alam terbatas,” tulis siaran pers itu, Selasa (6/5).

Dalam rekaman dugaan percakapan yang beredar, terdengar kalimat yang menunjukkan bahwa penggunaaan spektrum frekuensi radio juga akan dilakukan melalui peliputan.

Dalam pertemuan ini, pihak RCTI diwakili oleh Adjie S. Soeratmadjie sebagai Head of Corporate Secretary dan pihak Indovision diwakili oleh Muharzi Hasril sebagai Senior Manager Regulatory Affairs and Corporate Support.

“Hasil klarifikasi ini akan dibawa ke rapat pleno KPI Pusat yang akan dilaksanakan secepatnya,” jelas keterangan resmi lembaga itu. (mfm)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

media indonesia rcti hanura partai aji penyiaran kpi watch youtube indovision aduan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top