Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Revisi Asumsi Ekonomi APBN-P 2013

BISNIS.COM, JAKARTA— Pemerintah akan mengubah sebagian besar asumsi ekonomi yang tercantum dalam APBN 2013 melalui APBN-P 2013.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 06 Mei 2013  |  17:16 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA— Pemerintah akan mengubah sebagian besar asumsi ekonomi yang tercantum dalam APBN 2013 melalui APBN-P 2013.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengatakan APBN-P 2013 akan mencerminkan berbagai indikator perekonomian yang tercatat hingga saat ini.

Dia mengungkapkan kinerja perekonomian hingga KuartaI I mendorong pemerintah untuk mengubah berbagai asumsi ekonomi yang tercantum dalam APBN 2013.

 “Hampir semuanya ada perubahan, inflasi, pertumbuhan, rupiah juga,” katanya, Senin (6/5/2013).

Target inflasi tahun ini dalam APBN-P 2013, lanjutnya, akan ditetapkan lebih tinggi dari tingkat inflasi 4,9% dalam APBN 2013. Pertumbuhan ekonomi juga akan disesuaikan.

 “Target inflasi tentunya naik, berapa persisnya saya belum bisa bilang. Pertumbuhan juga berubah,” kata Firmanzah.

 Asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2013 ditetapkan sebesar 6,8% dengan asumsi nilai tukar rupiah Rp9.300 per US$.

 Adapun asumsi lainnya adalah harga minyak ICP US$100 per barel, lifting minyak 900.000 barel per hari, lifting gas 1,36 juta barel per hari dan suku bunga SPN 3 bulang sebesar 5%.

Firmanzah mengungkapkan saat ini pemerintah sedang menyiapkan Nota Keuangan APBN-P 2013 yang akan segera diajukan ke DPR setelah masa reses selesai. (ltc)




Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn 2013 firmanzah asusmiekonomi
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top