Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONVERSI BBM KE GAS: Kemenperin Minta Kepastian Jumlah SPBG

BISNIS.COM, JAKARTA- Kementerian Perindustrian meminta kepastian jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) yang bisa beroperasi tahun ini. Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi Darmadi memastikan kebutuhan
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 05 Mei 2013  |  18:45 WIB
KONVERSI BBM KE GAS: Kemenperin Minta Kepastian Jumlah SPBG
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA- Kementerian Perindustrian meminta kepastian jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) yang bisa beroperasi tahun ini.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi Darmadi memastikan kebutuhan konverter kit tahun ini akan diperoleh melalui impor.

Adapun jumlah konverter kit yang akan disalurkan tahun ini, pihaknya masih menunggu kepastian dari PT Pertamina (Persero) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Anggaran tahun ini Rp250 miliar, jumlah konverter kit menyesuaikan dengan SPBG yang ada, dan itu bukan kewenangan kami, itu bisa ditanyakan ke Pertamina atau Kementerian ESDM,” kata Budi.

Menurutnya, jumlah konverter kit yang akan dilepas ke pasar akan disesuaikan dengan jumlah SPBG yang ada. Pasalnya, bila SPBG yang terbangun tahun ini minim, akan membuat program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) tidak efektif.

“Kalau SPBG-nya sedikit tapi dilepas semua kan sayang,” tambahnya. Adapun setiap satu SPBG bisa melayani sekitar 1.000 konverter kit.

Selain itu, untuk pengadaan konverter kit tahun ini masih akan mengandalkan impor. Nantinya, kewenangan impor akan diberikan kepada industri yang memiliki rencana untuk industrialisasi konverter kit. “Nanti industri yang impor, kami bebaskan industri yang berencana.”

Meski begitu, ke depannya, pihaknya mengharapkan pengadaan konverter kit bisa dilakukan oleh industri lokal.

Sesuai surat Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian, pengadaan konverter akan melibatkan tiga BUMN yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan PT Wijaya Karya. “ Tapi yang ini mah lelang saja belum,” ujarnya.

DI sisi lain, tahun ini, wilayah Jabodetabek ditargetkan memiliki sekitar 20 SPBG guna meningkatkan program konversi BBM ke BBG.
 
Saat ini, SPBG yang sudah terbangun di Jakarta ada sembilan unit. Rencananya, Pertamina akan membangun 2 SPBG tahun ini dengan dana sendiri, kemudian dengan APBN sekitar sembilan unit. Artinya, total yang SPBG yang akan dibangun tahun ini sekitar 11 unit.

Pertamina menargetkan pembangunan SPBG yang dibiayai APBN selesai pada Oktober 2013. Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto mengatakan jenis SPBG tersebut merupakan perpaduan mekanisme stasiun induk-anak (mother-daughter station), pipa (online), dan unit pengisian bergerak (mobile refueling unit/MRU). “Tapi saya lupa rinciannya,” katanya.

Untuk pasokan gas, tahun ini pemerintah menglokasikan gas bumi sebesar 35,5 jta kaki kubik per hari (MMscfd) untuk skala nasional. Rinciannya, sebanyak 23,1 MMscfd untuk Jabodetabek dengan pemasok PT Pertamina EP, Medco E&P Indonesia, PT PHE ONWJ, PT PGN, dan JOBP Talisman Jambi-Merang.

Lalu, sebanyak 10,2 MMscfd untuk Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo dengan pemasok PHE West Madura Offsore dan Santos. Terakhir, sebanyak 2,2 MMscfd untuk Palembang dengan pemasok Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) dan Pertamina EP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenperin konverter kit konveri bbm
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top