Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyek JEDI Tetap Gunakan Pinjaman Bank Dunia

BISNIS.COM, JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum memastikan bahwa akan tetap menggunakan pinjaman dari Bank Dunia untuk proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermato Dardak menyampaikan program JEDI  merupakan
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 01 Mei 2013  |  15:42 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum memastikan bahwa akan tetap menggunakan pinjaman dari Bank Dunia untuk proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermato Dardak menyampaikan program JEDI  merupakan proyek kesatuan yang terbagi dalam beberapa program Kementerian PU dan Pemprov DKI Jakarta.

"Itu kan program pengerukan, ada yang dilakukan Ditjen Sumber Daya Air PU untuk sungai regional, Ditjen Cipta Karya yang drainasenya, dan Pemprov DKI untuk drainase perkotannya," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (01/05/2013).

Hingga saat ini,  program pengerukan sungai yang dibawahi Kementerian PU tetap  menggunakan pinjaman dari Bank Dunia. Menurut Hermanto, proses pencairan pinjaman sebesar Rp1,2 triliun sudah berjalan, karena pihak World Bank  mulai melunak dengan beberapa persyaratan yang dinilai  memberatkan.




Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama sebelumnya membatalkan pinjaman dana dari Bank Dunia. Ada dua alasan pembatalan pinjaman, pertama waktu penyelesaian pengerukan 13 sungai di kawasan DKI Jakarta ditetapkan lima tahun.

Klausul lainnya Pemprov DKI harus menjamin hak warga di bantaran kali yang akan digusur dengan ganti rugi berupa uang. Saat ditanya mengenai hal tersebut Hermanto tak memberikan jawaban spesifik. Dia menegaskan bahwa proyek JEDI merupakan kesatuan yang tak dapat dipisahkan. "Yang jelas itu semua kesatuan, mungkin beda manajemennya kita tidak tahu," ujarnya.

Proyek JEDI sendiri diproyeksikan membutuhkan dana  US$190 juta. Bank Dunia memberikan pinjaman lunak kepada pemerintah Indonesia sebesar US$139 juta, sedangkan sisanya  dibebankan APBN dan APBD Pemprov DKI Jakarta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank dunia ahok pinjaman hermanto dardak proyek jedi
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top