Pembangunan Kawasan Suramadu Butuh Pendekatan Sosial

BISNIS.COM, JAKARTA-Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BP-BPWS) mengungkapkan pembangunan wilayah Madura membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Thomas Mola | 30 April 2013 16:50 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA-Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BP-BPWS) mengungkapkan pembangunan wilayah Madura membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Kepala BP-BPWS Mohammad Irian menilai pendekatan sosial perlu diupayakan untuk mempercepat proses pembebasan lahan di wilayah Madura.

“Madura memiliki karakter yang berbeda dengan daerah lain. Salah satunya adalah pembebasan lahan” ungkap Mohammad Irian dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, Selasa (30/4/2013).

Sementara itu Kepala Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum Graita Sutadi mengatakan litbang PU akan membantu proses pembebasan lahan dengan melakukan perhitungan cepat harga tanah dan mengupayakan pendekatan sosial masyarakat.

“Badan Litbang PU telah me-launching pedoman perhitungan cepat harga tanah untuk pembebasan lahan. Perhitungan cepat tersebut memasukkan faktor sosial masyarakat, yang tidak banyak diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur” ujar Graita.

Balitbang PU melalui Pusat Litbang Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan (Pussosekling) berharap dapat memberikan solusi dalam menangani masalah pembebasan lahan di wilayah suramadu yang belum terpecahkan selama ini.

BP-BPWS adalah Badan yang dibentuk oleh Presiden dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden. Peran BP-BPWS antara lain mengembangkan wilayah Suramadu, termasuk kaki jembatan.

Dalam melaksanakan tugasnya, BP-BPWS tidak sedikit mengalami kendala khususnya masalah non teknis. Untuk itu, perlu menggandeng mitra yang siap bekerjasama dalam menangani dan mengembangkan wilayah suramadu. Diharapkan, kerjasama ini dapat mempercepat pengembangan wilayah suramadu menjadi salah satu pusat industri dan ekonomi baru di Jawa Timur.

Data Bisnis mencatat tahun 2013, BP-BPWS mendapat anggaran APBN sebesar Rp339 miliar yang akan difokuskan untuk pengembangan infrastruktur dan ekonomi.

Mohamad Irian sebelumnya menjelaskan pendekatan sosial dan pendekatan ekonomi memainkan peranan penting dalam pembangunan infrastruktur di Madura. Pendekatan sosial mencakup bantuan-bantuan sosial bagi masyarakat yang terkena dampak langsung pembangunan itu.

"Pendekatan kepada masyarakat yang terkena dampak pembangunan itu sangat penting. Ada cultural shock di sana. Jembatan Suramadu membawa perubahan yang sangat masif," jelasnya.

Hadirnya jembatan Suramadu memberi dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kawasan Suramadu. Sekedar catatan mobilisasi kendaraan yang melewati Suramadu bertubuh terus tiap tahun sebesar 10% sehingga memberi operator jembatan itu pemasukan puluhan miliar perhari.

"Pada tahap awal masih fokus kepada pendekatan sosial dan ekonomi. Pendekatan sosial berkaitan dengan memperbanyak sumbangan sosial kemasyarakatan. Pertumbuhan ekonomi di sana sangat baik," jelasnya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top