Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PENAIKAN HARGA LPG 12 KG: Pukul Industri Makanan & Minuman

BISNIS.COM, JAKARTA--Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyatakan industri rumah tangga, restoran, dan katering akan melakukan efisiensi penggunaan bahan baku seiring dengan naiknya harga LPG 12 kg yang rencananya dilakukan setelah

BISNIS.COM, JAKARTA--Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyatakan industri rumah tangga, restoran, dan katering akan melakukan efisiensi penggunaan bahan baku seiring dengan naiknya harga LPG 12 kg yang rencananya dilakukan setelah Mei 2013.
 
Sekretaris Jenderal Gapmmi Franky Sibarani mengatakan penaikan harga gas LPG 12 kg akan sangat memberatkan industri rumah tangga, restoran, dan katering. Pasalnya, sejak awal tahun, industri makanan dan minuman sudah mulai menaikkan harga jual hingga 5 %-10 % akibat adanya penaikan upah minimum provinsi (UMP), tarif dasar listrik (TDL), serta gas industri.
 
“Kalau ini naik lagi (LPG 12 kg), harga jual diprediksi bisa lebih dari 10 %, namun kan ada batas daya beli msyarakat, tidak mungkin terlalu jauh naik harga jual. Paling tidak, industri restoran, katering efisiensi bahan baku atau bahan makanan, volumenya dikurangi,”  ujarnya ketika dihubungi melalui telepon, Senin (22/4).
 
Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah juga menuturkan hal yang sama.
 
“Wah ini sangat memberatkannya bagi industri makanan minuman kecil, mereka kan bergantung pada gas LPG 12 kg,” ujarnya.
 
Menurutnya, yang bisa dilakukan oleh industri hanyalah menyesuaikan volume barang yang dijual. Pasalnya, pada awal tahun, tidak sedikit industri yang sudah mulai menaikan harga jual mulai dari 5 % karena adanya penaikan TDL dan UMP.
 
“Kalau pindah ke tabung 3 kg rasanya tidak mungkin, pergantiannya cukup ribet ya, banyak,” tandasnya.
 
Seharusnya, hari ini, PT Pertamina (Persero) akan melakukan pengubahan sistem distribusi LPG 12 kg yang akan berdampak pada kenaikan harga Rp12.000 per tabung, namun batal. Menteri ESDM Jero Wacik meminta Pertamina untuk menunda pengubahan sistem distribusi tersebut.
 
Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, pemerintah akan menerapkan pola distribusi baru dengan menaikkan beban ongkos kirim LPG kepada konsumen yang dianggap mampu.  (if)
 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ismail Fahmi
Editor : Ismail Fahmi
Sumber : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper