Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PENAIKAN HARGA LPG 12 KG: Pukul Industri Makanan & Minuman

BISNIS.COM, JAKARTA--Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyatakan industri rumah tangga, restoran, dan katering akan melakukan efisiensi penggunaan bahan baku seiring dengan naiknya harga LPG 12 kg yang rencananya dilakukan setelah
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 22 April 2013  |  17:18 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyatakan industri rumah tangga, restoran, dan katering akan melakukan efisiensi penggunaan bahan baku seiring dengan naiknya harga LPG 12 kg yang rencananya dilakukan setelah Mei 2013.
 
Sekretaris Jenderal Gapmmi Franky Sibarani mengatakan penaikan harga gas LPG 12 kg akan sangat memberatkan industri rumah tangga, restoran, dan katering. Pasalnya, sejak awal tahun, industri makanan dan minuman sudah mulai menaikkan harga jual hingga 5 %-10 % akibat adanya penaikan upah minimum provinsi (UMP), tarif dasar listrik (TDL), serta gas industri.
 
“Kalau ini naik lagi (LPG 12 kg), harga jual diprediksi bisa lebih dari 10 %, namun kan ada batas daya beli msyarakat, tidak mungkin terlalu jauh naik harga jual. Paling tidak, industri restoran, katering efisiensi bahan baku atau bahan makanan, volumenya dikurangi,”  ujarnya ketika dihubungi melalui telepon, Senin (22/4).
 
Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah juga menuturkan hal yang sama.
 
“Wah ini sangat memberatkannya bagi industri makanan minuman kecil, mereka kan bergantung pada gas LPG 12 kg,” ujarnya.
 
Menurutnya, yang bisa dilakukan oleh industri hanyalah menyesuaikan volume barang yang dijual. Pasalnya, pada awal tahun, tidak sedikit industri yang sudah mulai menaikan harga jual mulai dari 5 % karena adanya penaikan TDL dan UMP.
 
“Kalau pindah ke tabung 3 kg rasanya tidak mungkin, pergantiannya cukup ribet ya, banyak,” tandasnya.
 
Seharusnya, hari ini, PT Pertamina (Persero) akan melakukan pengubahan sistem distribusi LPG 12 kg yang akan berdampak pada kenaikan harga Rp12.000 per tabung, namun batal. Menteri ESDM Jero Wacik meminta Pertamina untuk menunda pengubahan sistem distribusi tersebut.
 
Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, pemerintah akan menerapkan pola distribusi baru dengan menaikkan beban ongkos kirim LPG kepada konsumen yang dianggap mampu.  (if)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kenaikan harga gapmmi industri mamin lpg 12 kg

Sumber : Riendy Astria

Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top