Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TERMINAL PETIKEMAS: 2 Pintu Keluar Di Koja Dioperasikan

BISNIS.COM,JAKARTA -- Terminal Petikemas Koja di Pelabuhan Tanjung Priok menambah pengoperasian dua pintu keluar (gate out) pelayanan peti kemas ekspor impor yang berlokasi di jalan Digul-Jakarta Utara, setelah diperolehnya izin penggunaan lahan sepanjang
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 08 April 2013  |  19:11 WIB

BISNIS.COM,JAKARTA -- Terminal Petikemas Koja di Pelabuhan Tanjung Priok menambah pengoperasian dua pintu keluar (gate out) pelayanan peti kemas ekspor impor yang berlokasi di jalan Digul-Jakarta Utara, setelah diperolehnya izin penggunaan lahan sepanjang 1,5 Km untuk akses ke gate out tersebut dari kantor pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Priok.

Manager Marketing TPK Koja Nuryono Arif.W mengatakan, pengoperasian dua gate out di jalan Digul tersebut untuk mengatasi antrean dan kepadatan truk pengangkut peti kemas yang melayani TPK Koja.

“Setiap hari (senin s/d kamis) rata-rata truk pengangkut ekspor impor yang melayani TPK Koja bisa mencapai 1.200 unit, sedangkan jika hari Jumat dan Sabtu bisa lebih dari 1.600 unit karena cloosing time,”ujarnya kepada Bisnis, disela-sela peresmian pengoperasian  dua gate jalan Digul, di TPK Koja, Senin (8/4).

Pengoperasian perdana dua gate out tersebut juga disaksikan jajaran manajemen TPK Koja, Hutchison Port Indonesia (HPI) selaku pemegang 49% saham di TPK Koja, serta unsur dari  Kepolisian Pelabuhan Tanjung Priok.

Dia mengatakan, penurunan volume/arus truk pengangkut peti kemas ekspor impor yang dilayani di terminal tersebut hanya terjadi pada setiap hari Minggu yang rata-rata mencapai kurang dari 1.000 unit.
Arif mengatakan, saat ini TPK Koja sudah lebih dahulu mengoperasikan enam gate pelayanan peti kemas melalui Jalan Dobo, dengan rincian tiga gate masuk dan tiga gate untuk keluar.

“Nantinya (dalam waktu dekat) tiga gate keluar yang berlokasi di jalan Dobo itu akan dinonaktifkan jika dua gate jalan Digul sudah optimal. Jadi semua truk akan masuk melalui gate jalan Dobo dan keluar melalui gate jalan Digul,”paparnya.    

Dia mengatakan, aktivitas pada gate out peti kemas yakni melakukan pemeriksaan dokumen surat perintah pengeluaran peti kemas (SP2), sehingga mempermudah pekerjaan petugas Bea dan Cukai karena melalui sistem satu pintu.

Data yang diperoleh Bisnis menyebutkan, selama Januari-Maret 2013, arus peti kemas melalui TPK Koja mencapai 220.598 twenty foot equivalent units ((TEUs) atau setara 142.704 bok, dengan komposisi ekspor 45,4% dan impor 54,6%. Adapun arus kapal yang dilayani selama periode tersebut mencapai 112 unit.

Pada tahun  ini TPK Koja mentargetkan  arus peti kemas ekspor impor 831.500 TEUs atau meningkat 1,5% dibanding 2012 yang tercatat sebesar  820.000 TEUs. Terminal ini juga sudah dilengkapi 6 container crane (CC), 24 unit rubber tyred gantry crane (RTG) dan 40 unit head truck.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

koja kontainer priok petikemas

Sumber : Ahmad Mabrori

Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top