Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SBY Soal BBM: Saya Akan Fight soal Kompensasi Jika Terpaksa Naik

JAKARTA - Pemerintah akan segera mengumumkan kebijakan mengenai subsidi bahan bakar minyak. Dari sejumlah opsi yang dikaji, kuat indikasi bahwa subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi orang kaya akan dicabut.
Arif Budisusilo
Arif Budisusilo - Bisnis.com 08 April 2013  |  03:48 WIB

JAKARTA - Pemerintah akan segera mengumumkan kebijakan mengenai subsidi bahan bakar minyak. Dari sejumlah opsi yang dikaji, kuat indikasi bahwa subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi orang kaya akan dicabut.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan pemerintah terus bekerja secara marathon untuk memastikan agar biaya sosial dan biaya ekonomi pengurangan subsidi BBM, apapun yang diambil, dapat dikelola dengan baik.

Berdasarkan penjelasan Presiden Yudhoyono, terdapat sedikitnya dua opsi besar yang kini sedang dikaji pemerintah. Pertama, pengurangan subsidi dengan memotong subsidi BBM untuk orang kaya. Kedua, menaikkan harga BBM tetapi harus dengan kompensasi bagi rakyat miskin.

Penjelasan Presiden SBY itu disampaikan dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa di kediaman Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, Sabtu (6/03), malam. Para pemimpin redaksi yang hadir antara lain Wahyu Muryadi (Tempo) selaku Ketua Forum Pemred, Rikard Bagun (Kompas), Arif Budisusilo (Bisnis Indonesia), Don Bosco Salamun (Berita Satu), Primus Dorimulu (Suara Pembaruan), Ahmad Kusaeni (Antara), Syamsuddin Haessy (Jurnas), Arifin Asydhad (Detikcom), Suryopratomo (Direktur Pemberitaan MetroTV), dan Nasihin Massa (Republika).

Menurut Presiden Yudhoyono, harga BBM naik ataupun turun sama-sama masyarakat miskin dirugikan. "Karena itu saya concern sekali dengan social cost and economic cost. Kalau unjuk rasa saja,  satu dua minggu akan selesai," ujar Kepala Negara.

Dengan pengalaman tersebut, Presiden melanjutkan, kalau harga BBM saat ini terpaksa naik dan tidak ada pilihan lain, harus ada kompensasi untuk kelompok masyarakat miskin.

Banyak analisis mengatakan DPR akan berkeberatan menyetujui kompensasi bagi masyarakat miskin karena khawatir dipakai sebagai keuntungan pemerintah menjelang pemilu.

Karena itu, jika opsi yang diambil terpaksa harga BBM harus dinaikkan, kata Yudhoyono, "Saya akan fight dengan DPR supaya [menyetujui] pemberian bantuan kompensasi bagi rakyat miskin."

Langkah itu akan diambil mengingat subsidi dalam APBN terus membengkak hingga Rp300 triliun tahun ini. "I'm fully aware." Untuk itu, "Mari coba dulu yang kaya tidak disubsidi, yang miskin disubsidi, dengan alat kontrol, pembatasan dan lainnya."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM sby subsidi bbm
Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top