Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PEKERJA ILEGAL: Cegah TKI Ilegal, Pemerintah Andalkan Data Online

BISNIS.COM, JAKARTA-Informasi data jejaring Internet menjadi andalah pemerintah dalam mengendalikan penggunaan tenaga kerja asing ilegal oleh perusahaan swasta di Tanah Air.
R Fitriana
R Fitriana - Bisnis.com 08 April 2013  |  08:09 WIB
PEKERJA ILEGAL: Cegah TKI Ilegal, Pemerintah Andalkan Data Online
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA-Informasi data jejaring Internet menjadi andalah pemerintah dalam mengendalikan penggunaan tenaga kerja asing ilegal oleh perusahaan swasta di Tanah Air.

Sistem pendataan online itu juga dipergunakan bagi pengawasan dan pencegahan penempatan pekerja Indonesia di luar negeri, khususnya di empat negara yang berstatus moratorium. Keempat negara yang masih ditutup sementara untuk pengiriman TKI tersebut adalah Kuwait, Arab Saudi, Suriah, Yordania.

“Pencegahan TKI dan TKA ilegal dapat lebih optimal dengan menggunaan sistem online,” ujar Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Kemenakertrans Reyna Usman, Senin (8/4/2013).

Dia menambahkan apabila terjadi pelanggaran izin dan pemalsuan dokumen dapat dicegah lebih dini dan cepat.

Untuk itu,  pihaknya sepakat menyinergikan data dengan yang tercatat di Imigrasi, terutama untuk pelayanan, pengawasan, dan pengamanan warga Indonesia di luar negeri.

Saat ini, jumlah TKI yang bekerja di negara-negara penempatan sekitar 6,5 juta orang, sedangkan TKA yang bekerja di Indonesia ada sebanyak 77.000 orang dengan berbagai profesi dan jabatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TKI internet penempatan tka perlindungan informasi ilegal dokumen

Sumber : Rochmad Fitriana

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top