Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMPOR BAWANG: Pemerintah selalu memperbesar impor atasi kelangkaan

BISNIS.COM, JAKARTA— Pemerintah selalu mencari solusi dengan cara memperbesar impor bawang putih untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga.
R Fitriana
R Fitriana - Bisnis.com 16 Maret 2013  |  14:02 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA— Pemerintah selalu mencari solusi dengan cara memperbesar impor bawang putih untuk mengatasi kelangkaan dan lonjakan harga.

Padahal, menurut Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng, volume impor produk bawang putih meroket.

Volume impor produk bawang putih sampai dengan 2012, sesuai data Badan Pusat Statistik berjumlah 415.000 ton atau naik jika dibandingkan dengan 2006 yang volumenya hanya 295.057 ton.

“Kenaikan volume impor bawang putih ini mencapai 59,35% dan akibat kebijakan impor ratusan ribu petani bangkrut,” katanya, Sabtu (16/3).

Daeng mengatakan para pejabat dan sindikat impor kaya raya dari menjual rekomendasi impor dengan penerbitan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Akibatnya, dia menambahkan importir produk bawang putih meningkat jumlahnya dari 70 importir menjadi 130 importir pada 2012.

“Bahkan, penyerahan urusan pangan kepada importir akan semakin menjerumuskan rakyat ke dalam jurang kekuasaan para sindikat, mafia, dan kartel,” ungkapnya.

Dia menilai impor bawang yang dilakukan oleh pemerintah mencerminkan kegagalan dalam mewujudkan swasembada pangan, dan pemberdayaan petani dalam negeri sendiri. (*)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi impor pemerintah bawang riph kelangkaan asosiasi volume aepi
Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top